Jakarta (lampost.co)–Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan pengaruh positif di berbagai wilayah. Ia mengungkapkan bahwa kondisi fisik siswa menjadi lebih prima, sehingga mereka tampak lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar dan mampu menjalani aktivitas sekolah dengan energi yang lebih baik.
Dalam pernyataannya pada sebuah siniar yang dipantau dari Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026, Dadan menjelaskan bahwa kehadiran MBG membuat anak-anak lebih antusias datang ke sekolah setiap hari. Di sejumlah daerah, peserta didik terlihat lebih fokus, aktif, serta memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat dan tidak mudah jatuh sakit. Program ini sendiri telah menjangkau sekitar 58 juta penerima manfaat, mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga pelajar dari jenjang PAUD sampai SMA.
Dadan menegaskan bahwa peran keluarga tetap menjadi faktor penting dalam keberlanjutan pemenuhan gizi anak. Ia menilai, tanpa pemahaman yang baik dari orang tua mengenai pola makan sehat di rumah, tujuan utama MBG untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia tidak akan tercapai secara maksimal.
“Masih banyak orang tua yang beranggapan asal anak makan itu sudah cukup, padahal komposisi gizinya belum tentu sesuai. Contohnya, anak ingin makan mi dengan nasi, itu memang memberi energi, tetapi tidak mendukung pertumbuhan yang optimal,” ujarnya. Karena itu, ia menilai pemerintah perlu memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai jenis dan komposisi makanan yang tepat bagi anak-anak.
Gizi Seimbang
Dadan menjelaskan bahwa penerapan prinsip gizi seimbang harus dalam setiap kali makan. “Dalam satu porsi makan idealnya ada sumber energi, protein, lemak, dan serat agar kebutuhan angka kecukupan gizi bisa terpenuhi,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen pemerintah dalam menjalankan MBG secara efisien dan merata. “Kami ingin menggunakan anggaran seefektif mungkin dan menjangkau seluruh wilayah dari Sabang sampai Merauke. Sehingga tidak ada satu pun yang tertinggal,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah juga terus menyederhanakan konsep program agar mudah paham dan penerapan oleh masyarakat luas. (MI)








