Kalianda (Lampost.co)—Dapur SPPG Yayasan Sholawatul Falah Lampung, Desa Karang Sari, Kecamatan Jati Agung, terus berkomitmen dalam mendukung kegiatan pendidikan, terutama pada momen Hari Guru yang jatuh pada 25 November 2025 lalu.
Kepala Dapur SPPG, Jeanika Elam Putri mengatakan peringatan Hari Guru menjadi momentum penting baginya sebagai bentuk penghargaan kepada guru-guru di sekolah mitra.
Pada momen tersebut, dapur SPPG tidak hanya menyalurkan makanan seperti biasa. Tapi memberikan bingkisan spesial secara acak kepada guru.
Baca juga: Baru Satu Dapur SPPG Kantongi SLHS di Bandar Lampung
“Untuk Hari Guru kemarin Alhamdulillah kami memberikan rezeki berupa doorprize yang berikan kepada guru,” ujar Jeanika bersama Kordinator lapangan Arvin didampingi penasehat hukum Idam Holid Harahap.
Jeanika menyebut bingkisan tersebut tidak mereka bagikan secara menyeluruh. Melainkan menempatkan secara acak sebagai bentuk kejutan dan pembawa semangat.
“Random, kami juga tidak tahu siapa yang akan dapat. Tergantung rezekinya. Dan respons dari pihak sekolah sangat antusias,” tambahnya.
Ucapan Terimakasih
Sejumlah guru yang mendapatkan hadiah tersebut nampak antusias, hal ini terlihat dari banyaknya video ucapan terima kasih dan review singkat sebagai bentuk apresiasi.
Menurut Jeanika, dukungan dan kebahagiaan para pendidik menjadi bagian penting dari tujuan kegiatan tersebut.
Momen Hari Guru ini menjadi pengingat bagi pihak dapur untuk tetap meningkatkan pelayanan. Baik dari kualitas makanan hingga bentuk perhatian kepada pendidik dan siswa.
“Ke depan kami ingin tetap menjaga kualitas dan memberikan yang terbaik. Hari Guru kemarin menjadi kesempatan bagi kami untuk berbagi, sekaligus mempererat hubungan dengan pihak sekolah,” ujarnya.
Perhatian Publik
Terkait temuan ulat pada sayur terong di SD Negeri 1 Jatimulyo,yang sempat menjadi perhatian publik pekan lalu. Ia memastikan, permasalahan tersebut telah mereka tangani sesuai prosedur yang berlaku.
““Masalah itu sudah kami selesaikan sesuai SOP. Kami sudah melakukan koordinasi dan penanganan sesuai aturan BGN,” jelasnya singkat.








