Bandar Lampung (Lampost.co) – Pegiat Komunitas Dongeng Dakocan Lampung, Iin Zakaria, mendorong pentingnya menanamkan literasi sejak usia dini dengan metode yang menyenangkan, salah satunya melalui kegiatan mendongeng.
Menurutnya, pengenalan huruf dan angka tidak harus dilakukan secara kaku atau memaksa. Namun, sejak dini anak-anak sudah dapat dikenalkan pada bentuk-bentuk dasar literasi agar lebih siap saat memasuki jenjang sekolah dasar.
“Literasi harus dibangun sejak awal. Anak bisa mulai mengenal huruf dan angka meskipun tanpa paksaan. Tujuannya, saat masuk SD, mereka sudah bisa memahami teks singkat dan mulai mengerti konteksnya,” kata Iin dalam kegiatan peringatan Bulan Bahasa 2025, Jumat, 3 Oktober 2025.
Iin menjelaskan, salah satu strategi yang efektif dalam membangun fondasi literasi adalah dengan mendongeng. Cerita-cerita yang relevan dan mudah dipahami anak dapat membawa mereka pada pemahaman yang lebih dalam tentang bahasa dan nilai-nilai kehidupan.
“Teks dan konteks harus dipahami secara bersamaan. Baru anak bisa benar-benar berliterasi, bukan sekadar membaca kata, tapi juga memahami maknanya,” jelasnya.
Pertunjukan
Ia juga menambahkan bahwa dongeng bukan hanya alat literasi, tapi juga sarana pertunjukan yang menghibur dan edukatif. Melalui dongeng, anak tidak hanya mendengar cerita, tetapi juga belajar menangkap pesan moral dan menyampaikannya kembali.
“Di dalam dongeng ada pesan yang kuat. Anak diajak memahami, lalu mengungkapkannya dengan caranya sendiri. Ini bagian dari kemampuan berliterasi,” imbuhnya.
Iin menyambut baik kegiatan Bulan Bahasa yang rutin digelar setiap Oktober, karena menjadi ajang membangkitkan minat baca dan semangat literasi di kalangan anak-anak.
“Kegiatan seperti ini sangat ditunggu karena anak-anak terlihat antusias. Ini bukti bahwa jika disampaikan dengan cara yang tepat, literasi bisa menjadi hal yang menyenangkan,” pungkasnya.







