Bandar Lampung (Lampost.co) — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA sederajat di Provinsi Lampung berjalan lancar pada hari pertama. Sejumlah sekolah memastikan seluruh sesi ujian berlangsung tanpa kendala berarti.
Kepala SMAN 1 Jati Agung, Gusti Heni Indrawati, mengatakan seluruh proses TKA berjalan sesuai rencana sejak sesi pertama. Hal itu berkat persiapan matang yang dilakukan pihak sekolah melalui simulasi dan gladi bersih sebelum ujian dimulai.
“Pelaksanaan TKA di SMAN 1 Jati Agung diikuti seluruh siswa kelas 12, total sebanyak 208 siswa. Kami memang mewajibkan semua siswa untuk ikut agar mereka bisa mengukur kemampuan akademiknya masing-masing,” kata Gusti Heni, Senin, 3 November 2025.
Ia menjelaskan, simulasi dan gladi bersih yang dilakukan pekan lalu membuat siswa sudah terbiasa dengan sistem ujian berbasis komputer. Dengan begitu, tidak ada peserta yang kebingungan saat login atau mengerjakan soal.
Selain kesiapan teknis, sekolah juga memperkuat pembinaan dari sisi kognitif dan mental siswa agar mampu menghadapi ujian dengan percaya diri. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan TKA tidak hanya ditentukan oleh stabilitas sistem, tetapi juga kesiapan mental para peserta.
“Sejak kebijakan pelaksanaan TKA diberlakukan, kami langsung mengumpulkan orang tua untuk memberikan penjelasan. Kami juga mendorong siswa agar meningkatkan intensitas belajar dan mengikuti bimbingan secara rutin,” ujarnya.
Persiapan
Persiapan serupa juga di SMAN 1 Bandar Lampung. Kepala sekolah Suharto menyampaikan, pelaksanaan TKA di sekolahnya berjalan tanpa hambatan karena seluruh sarana dan prasarana telah siap jauh hari.
“Alhamdulillah, pelaksanaannya lancar. Kami sudah menyiapkan semua kebutuhan teknis, mulai dari peningkatan kualitas jaringan internet hingga koordinasi dengan PLN untuk memastikan tidak ada pemadaman listrik selama tes berlangsung,” kata Suharto.
Pihak sekolah juga melakukan sosialisasi dan memberikan arahan kepada siswa terkait teknis pelaksanaan TKA agar peserta memahami mekanisme ujian sejak awal. Dengan langkah itu, potensi gangguan teknis maupun nonteknis dapat diminimalisir.
Selain aspek teknis, Suharto juga menekankan pentingnya membangun suasana kondusif selama pelaksanaan TKA. Guru dan panitia ujian memastikan ruang ujian tetap tenang dan nyaman agar siswa dapat berkonsentrasi dengan baik.
“Semua pihak di sekolah terlibat aktif, baik guru maupun teknisi. Kami pastikan siswa bisa fokus selama ujian tanpa gangguan. Harapannya, hasil TKA tahun ini bisa menjadi tolok ukur kemampuan siswa.
Di Lampung, pelaksanaan TKA berlangsung serentak di berbagai kabupaten/kota dengan sistem berbasis komputer. Dinas Pendidikan Provinsi Lampung juga melakukan pemantauan langsung ke beberapa sekolah untuk memastikan pelaksanaannya berjalan lancar dan sesuai prosedur.








