Bandar Lampung (Lampost.co) — Upaya pembatasan akses digital bagi anak tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif keluarga dan orang tua.
Ikatan Dokter Anak Indonesia menegaskan pentingnya penguatan peran keluarga untuk mendampingi anak pada era digital.
Ketua Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, Fitri Hartanto, menyampaikan kebijakan pembatasan akses harus berjalan beriringan.
Hal tersebut sejalan dengan pendampingan secara konsisten dalam lingkungan rumah.
Menurutnya, aturan semata tidak cukup tanpa dukungan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah sebagai regulator.
Selain itu juga peran dari penyedia platform digital, hingga orang tua dan tenaga pendidik.
“Pembatasan ini bukan untuk menggantikan peran orang tua, tetapi justru menjadi dasar agar orang tua dapat menjalankan fungsi pengasuhan secara lebih optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan perlindungan anak pada ruang digital benar-benar efektif.
Dengan keterlibatan semua pihak, anak dapat tumbuh dan berkembang secara sehat meski berada tengah pesatnya arus teknologi.








