Bandar Lampung (lampost.co)–Sepuluh hari terakhir bulan Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum krusial bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas spiritual. Pada periode pamungkas ini, perhatian umat terpusat pada upaya meraih malam Lailatul Qadar, sebuah malam yang kemuliaannya disebut lebih baik daripada seribu bulan.
Imam Masjid Baiturrahim Sukarame, Kota Bandar Lampung, Ustaz Dwi, menjelaskan bahwa sepuluh malam terakhir memiliki kedudukan istimewa karena berkaitan erat dengan peristiwa turunnya Al-Qur’an (Nuzululquran).
“Sepuluh hari terakhir Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar. Di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, sebagaimana dalam Surah Al-Qadr,” ujar Ustaz Dwi, Kamis, 12 Maret 2026.
Untuk mengisi periode ini, umat Islam dianjurkan untuk memperkuat intensitas ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah Swt. Beberapa amalan yang sangat ditekankan antara lain:
-
Tadarus Al-Qur’an: Memperbanyak membaca dan merenungi kitab suci sebagai pedoman hidup dunia dan akhirat.
-
Salat Malam (Qiyamul Lail): Menghidupkan malam dengan salat sunah dan zikir.
-
Doa dan Itikaf: Memanjatkan doa dengan sungguh-sungguh serta berdiam diri di masjid bagi yang mampu.
Pahala Berlipat
Ustaz Dwi menambahkan bahwa fase ini merupakan kesempatan emas untuk meraih ampunan (Maghfirah) dan pembebasan dari api neraka sebelum bulan suci berakhir. Semangat untuk meningkatkan ketakwaan harus tetap terjaga hingga hari kemenangan tiba.
“Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal kebaikan. Harapannya, kita semua dapat memperoleh keberkahan dan kembali fitri dengan bekal ketakwaan yang lebih kuat,” pungkasnya. (Magang/Intan)








