Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Kota Bandar Lampung terus mengakselerasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan strategi jemput bola.
Tak lagi terbatas pada puskesmas atau sekolah, layanan ini kini hadir bagi berbagai ruang publik seperti ekspo, pameran, hingga ajang Lampung Fest.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengatakan perluasan lokasi layanan semakin luas agar banyak warga dapat mengakses pemeriksaan kesehatan tanpa hambatan.
“CKG kami hadirkan untuk berbagai kegiatan masyarakat agar semakin mudah terjangkau,” ujarnya.
Hingga saat ini, sebanyak 128.247 warga tercatat telah memanfaatkan layanan tersebut.
Pelaksanaannya menyasar beragam lapisan, mulai dari pelajar, pegawai instansi pemerintahan, hingga masyarakat umum pada lingkungan permukiman.
Menurut Muhtadi, perluasan cakupan ini bukan sekadar mengejar angka partisipasi.
Program CKG menjadi instrumen strategis untuk memetakan persoalan kesehatan yang dominan bagi ibu kota Provinsi Lampung tersebut.
Dengan data yang terkumpul, pemerintah dapat merumuskan langkah intervensi yang lebih tepat sasaran.
“Dari hasil pemeriksaan, kami bisa melihat gambaran penyakit yang banyak dialami warga. Ini penting sebagai dasar penyusunan kebijakan kesehatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, data dari daerah juga berperan penting dalam mendukung perumusan kebijakan kesehatan pada tingkat nasional.
Karena itu, Dinas Kesehatan sebagai leading sector terus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan CKG pada puskesmas terdekat.
Untuk mempermudah proses pendataan dan pelaporan, warga juga diarahkan menggunakan aplikasi SATUSEHAT. Digitalisasi ini pihaknya dorong sehingga membuat layanan lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.
Dengan strategi jemput bola dan dukungan teknologi, Pemkot Bandar Lampung optimistis kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan akan terus meningkat, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan kesehatan bagi daerah.








