• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 27/01/2026 15:41
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Hukum

Kemarahan Santri Bisa Picu Perpecahan

Tayangan Trans7 yang melecehkan pesantren dan kiai menjadi musibah bagi santri dan dunia pesantren

Triyadi IsworobyTriyadi Isworo
19/10/25 - 20:00
in Hukum, Humaniora
A A
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan keterangan pers hasil Rapat Pleno PBNU 2024(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan keterangan pers hasil Rapat Pleno PBNU 2024(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Bandar Lampung (Lampost.co) – Tayangan Trans7 yang melecehkan pesantren dan kiai menjadi musibah bagi santri dan dunia pesantren. Akan tetapi, kado pahit itu justru menjadi momentum konsolidasi bangsa.

“Kita marah bukan karena Lirboyo atau NU saja. Tapi karena penistaan terhadap kelompok identitas yang menjadi bagian dari Keindonesiaan.” tegas Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, mengutip Media Indonesia, Minggu (19/10).

Kemudian menurutnya, tindakan merendahkan kelompok identitas bisa memicu perpecahan bangsa. Sehingga, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama dengan semangat persatuan.

Selanjutnya, Gus Yahya menyerukan pentingnya persatuan bangsa menghadapi tantangan global dan domestik. Sebelum menyerukan persatuan nasional, Gus Yahya mengingatkan agar warga NU terlebih dahulu bersatu.

Lalu ia menegaskan, persatuan bukan berarti tanpa perbedaan, tapi kemampuan untuk tetap bersama di tengah perbedaan. “Masuklah ke dalam jam’iyyah ini dalam rukun dan bersatu, bukan hanya jasad, tapi juga roh. Adanya masalah tidak boleh menjadi alasan untuk berpisah,” pesannya.

Hari Santri Nasional

Gus Yahya menambahkan, peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 kian meneguhkan posisi kaum santri dan pesantren sebagai jantung perjalanan bangsa Indonesia. Bagi para santri, HSN jauh dari semata slogan belaka. Tetapi justru merupakan momentum konsolidasi semua kekuatan dalam menjaga dan merawat persatuan.

Kemudian lebih dari itu, lanjut Gus Yahya, HSN yang genap satu dekade sejak tertetapkan pada 2015. Ini, juga bermakna sebuah perayaan atas terakuinya eksistensi dan perjuangan kaum santri dalam melahirkan NKRI. Secara spesifik, perayaan ini kian menegaskan semangat kebangsaan yang lahir dari Resolusi Jihad 1945 oleh Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari. Ini spirit perjuangan yang kini kembali tergaungkan oleh Gus Yahya.

Peringatan Hari Santri ke-10 ini menjadi momentum historis. Setelah satu dekade, santri harapannya tetap berada pada garda depan menjaga kemerdekaan, memperkuat moral bangsa. Dan mengawal peradaban mulia. Tahun ini, Hari Santri mengusung tema

“Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia.” Gus Yahya menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukan hanya peristiwa politik. Melainkan tonggak peradaban manusia. “Proklamasi Indonesia memang terbacakan di Jakarta. Tapi ujian kemerdekaannya justru terjadi di Surabaya. Dan itu terlaksanakan oleh santri,” ujarnya.

Kemudian menurutnya, cita-cita kemerdekaan yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Ini adalah cita-cita universal untuk menghapus penjajahan seluruh dunia. “Tagline Hari Santri bukan sekadar slogan, tetapi panggilan untuk konsolidasi persatuan bangsa,” tegasnya.

Lalu Gus Yahya juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang tengah mendorong transformasi sistem dan manajemen keuangan negara demi kesejahteraan rakyat. “Kebijakan besar itu butuh energi koheren yang besar, dan dukungan seluruh elemen bangsa. Karenanya, Hari Santri harus menjadi momentum kebersamaan nasional,” ujarnya.

Tags: dunia pesantrenGus YahyaKetua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulamakiaikonsolidasi bangsaLirboyoNUPBNUpenistaanpesantrenTayangan Trans7Yahya Cholil Staquf
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Ilustrasi Pernikahan di KUA

Kesenjangan Angka Pernikahan Dini Masih Lebar

byDelima Napitupulu
27/01/2026

Jakarta (Lampost.co) — Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya memerangi ketimpangan prevalensi pernikahan anak di berbagai daerah sebagai...

Ketua Perhimpunan Mitra Dapur Generasi Emas Provinsi Lampung, Hendrawan

Respons Temuan DPRD, Mitra Dapur Pastikan MBG Tetap Jalan Sambil Evaluasi

byDelima Napitupuluand1 others
27/01/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Perhimpunan Mitra Dapur Generasi Emas Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh...

wali kota

Wali Kota Eva Dwiana Klaim Sekolah Siger Sesuai Prosedur

byDelima Napitupuluand1 others
27/01/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, memberikan klarifikasi emosional terkait polemik pendirian Sekolah Siger di bawah naungan Yayasan...

Berita Terbaru

Resident Evil Requiem
Teknologi

Resident Evil Requiem di PS5 Pro: 4K 60 FPS dan Ray Tracing Aktif

byDenny ZY
27/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Capcom secara resmi mengumumkan detail teknis yang dinanti-nantikan untuk judul terbaru mereka, Resident Evil Requiem, khusus...

Read moreDetails
Dragon Quest VII Reimagined

Trailer Kedua Dragon Quest VII Reimagined Rilis, Intip Kisah Lintas Waktu dan Karakter Ikonis

27/01/2026
BRIN CARRIE Robot Otonom

BRIN Kembangkan CARRIE, Robot Otonom untuk Logistik Industri Medan Berat

27/01/2026
Ranty Maria dan Rayn Wijaya

Ranty Maria dan Rayn Wijaya Menikah di Tanggal Cantik, Ini Maknanya

27/01/2026
Luna Maya

Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa Jadi Film Terakhir Luna Maya Sebelum Hiatus

27/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.