• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 09/12/2025 05:33
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Hukum

Komnas Perempuan Beberkan Ekspansi Femisida dari Digital hingga Konflik Bersenjata

Muharram Candra LuginabyMuharram Candra Lugina
24/11/25 - 22:44
in Hukum, Humaniora
A A
Komnas Perempuan Beberkan Ekspansi Femisida dari Digital hingga Konflik Bersenjata

Ilustrasi. (freepik)

Jakarta (Lampost.co) — Komnas Perempuan mengungkap pola baru femisida yang berkembang melalui ruang digital dan wilayah konflik bersenjata. Temuan ini memperlihatkan kekerasan terhadap perempuan semakin kompleks dan bermigrasi ke ranah online sebelum berujung pada kekerasan fisik dan pembunuhan.

Poin Penting:

  • Komnas Perempuan menemukan 11 kasus femisida digital dalam satu tahun.

  • Relasi digital menjadi pintu masuk dominasi dan kontrol pelaku.

  • Daerah konflik meningkatkan risiko kekerasan dan pembunuhan terhadap perempuan.

11 Kasus Berbasis Daring

Komisioner Komnas Perempuan, Yuni Asriyanti, menyampaikan pihaknya melakukan pemetaan kasus melalui pemberitaan media selama periode 1 November 2024 hingga 31 Oktober 2025. Dari pemetaan tersebut, Komnas Perempuan menemukan 11 kasus femisida yang berkaitan dengan kekerasan berbasis daring atau relasi digital.

Menurut Yuni, relasi digital sering menjadi pintu masuk kekerasan. “Mulanya relasinya dari komunikasi daring. Lalu muncul kedekatan semu, koneksi cepat, dan pelaku mulai membangun kontrol,” kata Yuni dalam pelatihan media dan peluncuran buku di Jakarta, Senin, 24 November 2025.

Baca juga: Komnas Perempuan Ungkap Pelaku Femisida Mayoritas Pasangan Intim

Ia juga menjelaskan pelaku memanfaatkan interaksi digital untuk membaca kerentanan korban. Setelah itu, pelaku membangun dominasi dan penguasaan hingga relasi tidak seimbang. Proses ini menjadi awal indikator kekerasan yang berpotensi meningkat.

Eskalasi Kekerasan Setelah Bertemu Langsung

Komnas Perempuan juga mencatat pola berulang dalam kasus femisida. Setelah interaksi digital terbangun, pelaku dan korban bertemu di ruang privat, seperti losmen atau hotel.

Pada fase ini, menurut Yuni, terjadi eskalasi kekerasan fisik dan seksual sebelum berujung pada pembunuhan. “Pembunuhan karena menganggap korban tidak memenuhi ekspektasi pelaku,” ujar Yuni.

Pola tersebut menunjukkan relasi digital mempermudah pelaku mengendalikan korban sekaligus mengatur lokasi pertemuan yang tidak aman.

Temuan tersebut menegaskan meningkatnya risiko kekerasan terhadap perempuan di ruang digital. Komnas Perempuan menilai internet dapat memperluas jangkauan pelaku sekaligus mempersulit deteksi dini kekerasan.

Femisida di Daerah Konflik Bersenjata

Selain femisida digital, Komnas Perempuan juga menemukan femisida yang terjadi dalam konteks konflik bersenjata. Yuni mengungkapkan adanya kasus perempuan kombatan di Papua yang mengalami kekerasan seksual dari struktur kelompoknya sendiri.

“Dia menghadapi kerentanan ganda. Selain menjadi bagian dari kelompok bersenjata, ia juga mengalami kekerasan seksual,” kata Yuni.

Komnas Perempuan menilai situasi konflik menciptakan ruang kekerasan yang lebih brutal. Kondisi itu memunculkan anggapan lebih mudah untuk menaklukkan perempuan sehingga menjadi sasaran kekerasan, intimidasi, hingga pembunuhan.

Selain itu, mekanisme hukum biasa tidak dapat mengontrol tingkat kekerasan di daerah konflik bersenjata. Karena itu, femisida dalam konteks ini sering tidak terungkap secara cepat dan tidak mendapat penanganan memadai.

Tags: femisidafemisida digitalfemisida Indonesiakekerasan digitalkekerasan seksualkekerasan terhadap perempuanKomnas Perempuankonflik bersenjataperempuan kombatanrelasi digital
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf saat diwawancarai.Dok/Lampost.co

Masyarakat Diminta Lapor Setiap Aktivitas Penebangan maupun Pengangkut Kayu Ilegal

byNurand1 others
08/12/2025

Bandar Lampung (Lampost.co)-- Polda Lampung mengimbau masyarakat untuk turut serta melindungi hutan dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait penebangan maupun...

Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf menegaskan komitmennya terhadap penegakan hukum di sektor kehutanan dan lingkungan. Dok/Polda Lampung.

Polda Lampung Janji Tegakkan Hukum Sektor Kehutanan dan Lingkungan

byNurand1 others
08/12/2025

Bandar Lampung (Lampost.co)-- Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf menegaskan komitmennya terhadap penegakan hukum di sektor kehutanan dan lingkungan. “Penebangan...

Polda Lampung mengimbau masyarakat untuk turut serta melindungi hutan dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait penebangan maupun pengangkutan kayu ilegal.Dok/Polda Lampung

Hasil Pantauan Udara, Lereng Bukit Lemong Kondisinya Gundul

byNurand1 others
08/12/2025

Pesisir Barat (Lampost.co)---Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf melakukan pemantauan udara terhadap kondisi hutan di wilayah perbukitan Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir...

Berita Terbaru

Pemerintah Beri Keringanan Biaya Haji untuk Tiga Daerah Terdampak Bencana
Haji

Pemerintah Beri Keringanan Biaya Haji untuk Tiga Daerah Terdampak Bencana

byWandi Barboyand1 others
08/12/2025

Jakarta (Lampost.co): Pemerintah memastikan memberikan keringanan biaya bagi jemaah haji asal Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara yang terdampak bencana...

Read moreDetails
DPR Nilai Kesiapan Kesehatan Jemaah Paling Mendesak

DPR Nilai Kesiapan Kesehatan Jemaah Paling Mendesak

08/12/2025
Jemaah Membayar Usai Lulus Kesehatan

Jemaah Membayar Usai Lulus Kesehatan

08/12/2025
Polda Lampung Sudah Periksa Empat Saksi Terkait Aktivitas Penebangan

Polda Lampung Sudah Periksa Empat Saksi Terkait Aktivitas Penebangan

08/12/2025
Komnas Haji Dorong Kemenhaj Kebut Pelunasan BPIH

Komnas Haji Dorong Kemenhaj Kebut Pelunasan BPIH

08/12/2025
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.