Bandar Lampung (Lampost.co) — Maraknya kasus dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada sejumlah daerah Lampung memicu kekhawatiran para orang tua siswa.
Mereka berharap pemerintah segera memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
Salah satu orang tua siswa Bandar Lampung, Rina (38), mengaku cemas setiap kali anaknya membawa pulang makanan dari sekolah.
Ia menyebut, program MBG sejatinya sangat membantu, namun aspek keamanan pangan harus menjadi prioritas utama.
“Kami sebagai orang tua tentu khawatir. Program ini bagus untuk anak-anak, tapi kalau sampai ada yang keracunan, kami jadi waswas. Harus benar-benar dipastikan makanannya aman sebelum dibagikan,” ujarnya.
Menurut Rina, kasus keracunan yang terjadi dua daerah yakni Tulang Bawang dan Lampung Timur menjadi alarm penting bagi semua pihak.
Ia berharap ada evaluasi menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi makanan.
“Jangan sampai karena ingin cepat atau mengejar target, kualitas dan kebersihan terabaikan. Anak-anak ini kan masih rentan,” tambahnya.
Hal senada tersampaikan orang tua lainnya, Ahmad (41), warga Lampung Timur. Ia meminta pihak penyelenggara lebih transparan terkait hasil pemeriksaan dan evaluasi.
“Kalau memang ada kesalahan dari pemasok atau pengelola, harus terbuka supaya kami juga tahu langkah apa yang berjalan. Jangan sampai terulang lagi,” tegasnya.
Para orang tua juga berharap sekolah ikut aktif mengingatkan siswa agar tidak sembarangan menyimpan atau membawa pulang makanan yang berisiko cepat basi, terutama menu yang berbahan dasar telur atau santan.
Meski demikian, sebagian besar orang tua tetap mendukung keberlanjutan program MBG karena membantu pemenuhan gizi anak.
Mereka hanya meminta pengawasan ketat dan standar keamanan pangan secara konsisten.
“Programnya jangan berhenti, tapi ada perbaikan. Kami ingin anak-anak tetap dapat asupan bergizi tanpa rasa takut,” tutup Rina.








