• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Rabu, 14/01/2026 12:11
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Humaniora

Pakar IPB Sebut Kayu Besar Saat Banjir Sumatra Indikasi Vegetasi Terganggu

Temuan pakar menguatkan peran manusia dalam bencana sehingga pengawasan, rehabilitasi, dan sanksi harus berjalan serempak.

Muharram Candra LuginabyMuharram Candra Lugina
05/12/25 - 23:38
in Humaniora, Nasional
A A
Pakar IPB Sebut Kayu Besar Saat Banjir Sumatra Indikasi Vegetasi Terganggu

Ilustrasi. (freepik)

Jakarta (Lampost.co) — Pakar kehutanan menyoroti temuan material kayu besar di lokasi bencana yang menguatkan dugaan keterlibatan manusia. Saat terjadi banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra membawa kayu besar.

Poin Penting:

  • Pakar IPB soroti kayu besar di lokasi bencana merupakan ulah manusia.

  • Hutan sehat menahan air hujan secara alami.

  • Pembalakan liar menurunkan kerapatan tajuk sehingga merusak vegetasi.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjanjikan evaluasi menyeluruh pascabencana di Sumatra dengan membenahi pengelolaan hutan dan pengawasan izin. Karena itu, Kementerian Kehutanan mempercepat audit lapangan untuk menelusuri pemicu banjir dan longsor di berbagai daerah.

Raja Juli menegaskan pembenahan tidak bersifat parsial, tapi evaluasi menyasar kebijakan, perizinan, dan pengawasan. Lingkup evaluasi mencakup hulu hingga hilir.

Baca juga: Kemenhut Cabut 20 PBPH dengan Luas 750 Ribu Hektare di Wilayah Banjir Sumatra

Gangguan Vegetasi

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University Prof Bambang Hero Saharjo menjelaskan temuan tersebut tidak sepenuhnya alamiah. Ia menilai kayu besar mengindikasikan gangguan vegetasi.

Menurut Prof Bambang, kondisi serupa pernah terjadi di Sumatra Utara. Saat itu, kerusakan hutan memperparah dampak hujan ekstrem.

Hutan Sehat Miliki Pertahanan Alami

Ia juga menambahkan hutan sehat memiliki sistem pertahanan alami yang bekerja melalui struktur vegetasi berlapis. “Air hujan tidak langsung jatuh ke tanah. Air lebih dulu pecah di tajuk,” kata Prof Bambang, Jumat, 5 Desember.

Selanjutnya, sebagian air mengalir melalui batang atau stem flow. Karena itu, laju air berkurang dan dapat menekan erosi.

Selain itu, tumbuhan bawah dan serasah menyerap air hujan sehingga dapat menjaga stabilitas tanah. Dengan mekanisme tersebut, hutan sehat menahan longsor dan dapat meredam debit banjir.

Vegetasi Terganggu Pembalakan Liar 

Prof Bambang menyebut sistem vegetasi bekerja menyeluruh mulai dari tajuk hingga lantai hutan, semua berperan. “Lapisan vegetasi adalah penyangga alami lingkungan,” ujarnya.

Namun, kondisi berubah saat pembalakan liar masuk yang menyebabkan kerapatan tajuk menurun tajam. Akibatnya, celah antartajuk melebar sehingga air menghantam tanah secara langsung. Akibat hantaman itu, erosi meningkat dan tanah pun mudah longsor.

Sinyal Kerusakan Vegetasi

Prof Bambang juga menegaskan tumbangnya satu atau dua pohon tidak berbahaya karena itu bagian dari siklus alami. “Paling satu atau dua pohon yang tumbang. Itu wajar,” katanya.

Akar pohon tua menjaga struktur tanah dan celah akibat tumbang segera terisi regenerasi. Sebaliknya, kerusakan besar mengubah lanskap sehingga kerentanan bencana meningkat tajam. Karena itu, kayu besar pascabencana bukan hal biasa.

Menurut Prof Bambang, itu merupakan sinyal kerusakan vegetasi. “Kayu besar adalah konsekuensi aktivitas manusia,” ujarnya.

Untuk itu, dia mendorong penindakan tegas terhadap pelanggar. Selain itu, harus mempercepat pemulihan hutan.

Tags: banjir longsor Sumatrabencana sumatrakayu pascabencanakerusakan hutanMenhut Raja Julipakar kehutanan IPBpembalakan liarpengelolaan hutanreboisasirehabilitasi hutan
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda. (Antara)

Komisi II DPR RI Dorong Kodifikasi UU Pemilu

byTriyadi Isworoand1 others
13/01/2026

Jakarta (Lampost.co) – Komisi II DPR RI mendorong kodifikasi UU Pemilu untuk menyatukan aturan Pilpres hingga Pilkada. Kodifikasi itu ada...

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid. Dok PKS

Masih Mengkaji, PKS Tak Mau Terburu-buru Sikapi Pilkada via DPRD

byTriyadi Isworoand1 others
13/01/2026

Jakarta (Lampost.co) – Wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) dari pemilihan langsung menjadi pemilihan melalui DPRD memerlukan kajian yang...

Dapur MBG

Sinergi Kopdes-SPPG Dongkrak Ekonomi Kerakyatan

byDelima Napitupulu
13/01/2026

Jakarta (lampost.co)--Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan peran strategis Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dalam program Makan Bergizi Gratis...

Berita Terbaru

aplikasi sadap WhatsApp
Teknologi

12 Aplikasi Android Bisa Sadap Chat WhatsApp

byDenny ZY
14/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Peneliti keamanan siber kembali mengingatkan pengguna Android agar waspada terhadap sejumlah aplikasi berbahaya yang berpotensi membaca...

Read moreDetails
BTS

Resmi! BTS Kembali Menyapa ARMY Jakarta dalam Tur Dunia 2026

14/01/2026
Pandji Pragiwaksono

Habib Rizieq Desak Pandji Pragiwaksono Hapus Materi Stand Up Mens Rea Karena Dugaan Penistaan

14/01/2026
Demo Aliansi Masyarakat Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas di depan Balai Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (13/1/26). FOTO ANTARA/MUKLASIN.

Warga Tuntut Ganti Rugi Rp1 Miliar atas Konflik Gajah TNWK

14/01/2026
Ilustrasi

KLHK Siapkan Pembangunan Kanal dan Pagar Listrik Permanen

14/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.