Bandar Lampung (Lampost.co): Bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tidak hanya memberikan dampak kepada masyarakat. Pangkormar Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi menyebut sejumlah prajurit Korps Marinir juga ikut menjadi korban dalam bencana tersebut.
Dia mengatakan, berdasarkan laporan, tempat tinggal sejumlah prajurit di daerah terdampak mengalami kerusakan bahkan hancur. Endi tidak menyebutkan jumlah prajurit yang terdampak. Namun, ada di setiap daerah terdampak bencana.
Meski begitu, ia meminta para prajurit tidak menyurutkan semangatnya untuk membantu masyarakat. Prajurit harus tetap bisa ikut membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Walaupun demikian, prajurit tidak boleh surut walaupun rumahnya hanyut ada terbakar ada yang dapurnya hilang, dia harus bisa menyempatkan membantu tetanga dan warga sekitarnya,” katanya saat hadir di Perayaan HUT ke-80 Korps Marinir di Brigif 4 Marinir BS, Minggu, 30 November 2025.
Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi memastikan akan memberikan bantuan khusus bagi prajurit yang terdampak bencana. Menurutnya, tempat tinggal para prajurit merupakan tanggungjawab bagi komandan.
“Bagaimana dengan rumahnya (prajurit)? Itu tanggungjawab saya sebagai panglima, insyaallah akan saya ganti,” tegasnya.
Ia menyampaikan jaminan tempat tinggal bagi prajurit merupakan tanggungjawab panglima sebagai pemegang tongkat komando. Endi Supardi meminta agar para prajurit tetap hadir membantu masyarakat meski ikut menjadi korban terdampak.
“Yang memikirkan rumah dan dapurnya adalah komandannya, komandan dikasih tongkat untuk itu tugasnya. Prajurit pokoknya mengabdi kepada masyarakat dengan tulus tanpa pamrih,” ungkapnya.
Informasi umum menyebutkan terjadi bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat beberapa waktu lalu. Akibat kejadian itu ribuan rumah rusak parah. Hingga Sabtu sore, 29 November 2025, tercatat ada 303 orang meninggal dunia dan 143 orang masih terbilang hilang.








