Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung survei sejumlah lokasi untuk penambahan lokasi Sekolah Rakyat. Adapun pemilihan penambahan lokasi itu perkiraannya akan terlaksanakan pada lokasi vokasi atau Balai Latihan Kerja (BLK).
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi mengatakan hal tersebut berdasarkan arahan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos). Ini akan menambah fasilitas yang akan tergunakan sementara sebagai Sekolah Rakyat di Provinsi Lampung.
“Provinsi Lampung sudah survei ada tiga titik dan kami sedang menunggu hasil dari tim surveinya seperti apa, SOP nya seperti apa. Nanti tim survei yang akan memberikan laporan,” katanya, Selasa, 25 Juni 2025.
Kemudian adapun ia merencanakan fasilitas BLK yang telah di survei adalah BLK Metro dan BLK Bandar Lampung. Kemudian Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas yang berada pada Jalan PU atau bekas BLK Bandar Lampung.
Namun dari tiga lokasi yang tersurvei. Ia mengatakan bahwa minimal satu lokasi dapat terekomendasikan dan targetnya mampu menampung sedikitnya 100 peserta didik. Setara dengan empat rombongan belajar (rombel).
“Pihak kami sedang menunggu tim, ketika lokasinya layak kita akan menyiapkan peserta didik. Jadi ada penambahan dari yang semula tiga rombel nanti kita sesuaikan,” katanya.
Kemudian secara nasional, Aswarodi menjelaskan bahwa Kementerian Sosial menargetkan jumlah peserta didik Sekolah Rakyat sebanyak 20.000. Namun saat ini kondisinya yang masih belum mencukupi sehingga ada upaya untuk penambahan.
Kemensos berupaya untuk menambah fasilitas pendidikan baru. Dengan memanfaatkan adanya Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan.
“Kami saat ini berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja. Ini untuk fokusnya memanfaatkan fasilitas Balai Latihan Kerja yang ada di Provinsi Lampung,” katanya.







