• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 08/01/2026 00:03
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Humaniora

Pengelola TNWK Harus Gunakan Data Riset Pakan Gajah untuk Tekan Konflik

Wandi BarboyUmar RobbanibyWandi BarboyandUmar Robbani
06/01/26 - 21:44
in Humaniora, Lampung
A A
Pengelola TNWK Harus Gunakan Data Riset Pakan Gajah untuk Tekan Konflik

Ilustrasi gajah (Istimewa)

Bandar Lampung (Lampost.co): Dosen Rekayasa Kehutanan Institut Teknologi Sumatra (Itera) Rizki Kurnia Tohir menegaskan pengelola Taman Nasional Way Kambas (TNWK) wajib menggunakan data penelitian tentang jenis tumbuhan pakan gajah sebagai dasar utama pengelolaan kawasan untuk menekan konflik gajah dan manusia.

Rizki menyatakan konflik gajah yang terus berulang tidak hanya muncul akibat pergerakan satwa, tetapi juga akibat kegagalan pengelola kawasan dalam memastikan ketersediaan pakan alami di dalam habitat gajah. Ia menilai pengelola TNWK belum memaksimalkan hasil riset yang selama ini sudah tersedia.

Menurut Rizki, luas kawasan hutan tidak otomatis menjamin kecukupan pakan gajah. Pengelola kawasan harus membaca kondisi lanskap secara menyeluruh, termasuk keberadaan area bekas kebakaran dan rawa yang membatasi akses gajah terhadap sumber pakan.

“Pengelola harus bekerja berbasis data penelitian. Jenis tumbuhan pakan gajah sudah menjadi penelitian. Pengelola tinggal menggunakan data itu untuk perbanyakan dan penanaman di dalam kawasan,” ujar Rizki, Selasa, 6 Januari 2026.

Rizki menjelaskan kekurangan pakan mendorong gajah keluar dari kawasan hutan dan memasuki permukiman warga untuk mencari makanan. Kondisi tersebut terus memicu konflik dan menempatkan masyarakat sebagai pihak yang paling merugi.

Karena itu, Rizki menekankan peran Balai Taman Nasional Way Kambas dalam menjalankan program pengayaan pakan secara serius dan berkelanjutan. Pengelola kawasan harus menanam kembali tumbuhan pakan gajah berdasarkan rekomendasi ilmiah, bukan berdasarkan pendekatan sementara atau insidental.

Rizki menilai pengelolaan berbasis sains akan memberi dampak langsung terhadap penurunan konflik. Ketika gajah memperoleh pakan yang cukup di dalam kawasan, satwa tidak lagi terdorong keluar hutan.

“Data penelitian sudah ada. Pengelola kawasan harus menjadikannya dasar kebijakan. Kalau kebutuhan pakan terpenuhi, konflik bisa tertekan secara signifikan,” tegasnya.

Selain pengelolaan pakan, Rizki juga mendorong perubahan pendekatan pengelolaan konflik dari reaktif menjadi mitigatif dan berkelanjutan. Ia menilai pengelola kawasan harus menyiapkan perencanaan jangka panjang agar konflik gajah di Way Kambas tidak terus berulang.

Tags: konflik gajah berulangkonflik gajah dan manusiakonflik gajah dan manusia di lampungkonflik gajah dengan manusiaKonflik Gajah di LampungLembaga Bantuan Hukum Dharma Loka Nusantara (LBH DLN)mitigasi konflik gajah dan manusiaregulasi khusussolusi konflik gajah di braja asriTaman Nasional Way kambas (TNWK)
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Xiaomi, kembali menunjukkan keseriusannya di industri kendaraan listrik dengan menghadirkan Xiaomi SU7 versi terbaru untuk pasar domestik.

Xiaomi Luncurkan Kendaraan Listrik, Jarak Tempuh Tembus 900 Km

byNur
07/01/2026

Bandar Lampung (Lampopst.co)-- Produsen teknologi asal China, Xiaomi, kembali menunjukkan keseriusannya di industri kendaraan listrik dengan menghadirkan Xiaomi SU7 versi...

Target PAD 2026 Diminta Realistis, DPRD Soroti Validitas Data Kendaraan

Target PAD 2026 Diminta Realistis, DPRD Soroti Validitas Data Kendaraan

byRicky Marlyand1 others
07/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi III DPRD Provinsi Lampung meminta Pemprov Lampung menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026...

Dinkes Bandar Lampung Gelar Penyelidikan Epidemiologi di Tiap Temuan Kasus DBD

Dinkes Bandar Lampung Gelar Penyelidikan Epidemiologi di Tiap Temuan Kasus DBD

byWandi Barboyand1 others
07/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Dinas Kesehatan Bandar Lampung menggelar penyelidikan epidemiologi sebagai langkah utama dalam pengendalian demam berdarah dengue (DBD) sepanjang...

Berita Terbaru

Xiaomi, kembali menunjukkan keseriusannya di industri kendaraan listrik dengan menghadirkan Xiaomi SU7 versi terbaru untuk pasar domestik.
Bandar Lampung

Xiaomi Luncurkan Kendaraan Listrik, Jarak Tempuh Tembus 900 Km

byNur
07/01/2026

Bandar Lampung (Lampopst.co)-- Produsen teknologi asal China, Xiaomi, kembali menunjukkan keseriusannya di industri kendaraan listrik dengan menghadirkan Xiaomi SU7 versi...

Read moreDetails
Target PAD 2026 Diminta Realistis, DPRD Soroti Validitas Data Kendaraan

Target PAD 2026 Diminta Realistis, DPRD Soroti Validitas Data Kendaraan

07/01/2026
Dinkes Bandar Lampung Gelar Penyelidikan Epidemiologi di Tiap Temuan Kasus DBD

Dinkes Bandar Lampung Gelar Penyelidikan Epidemiologi di Tiap Temuan Kasus DBD

07/01/2026
PSN Jadi Kunci Sukses Bandar Lampung Tekan Angka DBD di 2025

PSN Jadi Kunci Sukses Bandar Lampung Tekan Angka DBD di 2025

07/01/2026
Waspadai Barang Bekas Bisa Jadi Sarang Nyamuk di Musim Hujan

Waspadai Barang Bekas Bisa Jadi Sarang Nyamuk di Musim Hujan

07/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.