• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 26/01/2026 11:30
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Humaniora

Penggunaan Vape bagi Remaja, Berpotensi Pengaruhi Perkembangan Otak

Para peneliti sekarang memperingatkan bahwa penggunaan e-rokok atau vape secara rutin membawa risiko tersendiri, khususnya bagi remaja.

Ricky MarlyMedcomAntaranewsbyRicky Marly,Medcomand1 others
05/05/24 - 11:21
in Humaniora
A A
Penggunaan Vape bagi Remaja, Berpotensi Pengaruhi Perkembangan Otak

(dok. pixabay.com)

Jakarta (Lampost.co) — Para peneliti sekarang memperingatkan bahwa penggunaan e-rokok atau vape secara rutin membawa risiko tersendiri, khususnya bagi remaja.

Mengutip dari Medical Daily, remaja yang sering menggunakan vape mungkin menghadapi peningkatan paparan logam berbahaya seperti timbal dan uranium. Keduanya berpotensi memengaruhi perkembangan otak dan organ secara negatif.

Berdasarkan temuan dalam jurnal Tobacco Control, para peneliti merekomendasikan penerapan regulasi dan inisiatif pencegahan yang ditujukan khusus untuk remaja.

Vape umum di kalangan remaja dengan sekitar 14 persen dari siswa sekolah menengah AS (sekitar 2,14 juta) dan lebih dari 3 persen dari siswa sekolah menengah pertama (sekitar 380.000) melaporkan melakukan vaping dalam sebulan terakhir tahun 2022.

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa terdapat beberapa logam berbahaya dalam aerosol dan cairan e-rokok yang berisiko selama tahap perkembangan. Hal ini menyebabkan gangguan kognitif, masalah perilaku, masalah pernapasan, kanker, dan penyakit jantung pada anak-anak.

Korelasi

Dalam studi terbaru ini, para peneliti memeriksa apakah frekuensi dan rasa vape berkorelasi dengan tingkat logam beracun yang berpotensi. Mereka menggunakan data dari Gelombang 5 Studi Anak Muda PATH, menganalisis tanggapan dari 1.607 remaja berusia 13 hingga 17 tahun.

Studi ini mencakup rasa vape seperti mentol atau mint, buah, permen seperti cokelat atau makanan penutup, tembakau, cengkeh atau rempah-rempah, dan minuman beralkohol atau non-alkohol.

Di antara peserta, 200 remaja termasuk dalam analisis akhir sebagai vaper eksklusif. Sampel urine mereka diuji untuk keberadaan kadmium, timbal, dan uranium. Berdasarkan frekuensi vape, mereka dikategorikan sebagai vapers sesekali (1–5 hari/bulan), vapers intermiten (6–19 hari), dan vapers sering (20+ hari).

Ada 65 pengguna sesekali, 45 intermiten, dan 81 pengguna sering, dan informasi tentang frekuensi vaping hilang untuk 9 orang. Mengenai rasa, 33 persen dari vapers mengatakan mereka menggunakan rasa mentol/mint. Sementara 50 persen lebih memilih rasa buah, sedikit lebih dari 15 persen memilih rasa manis, dan 2 persen menggunakan rasa lain.

“Analisis sampel urine menunjukkan bahwa tingkat timbal 40 persen lebih tinggi di antara vapers intermiten. Dan 30 persen lebih tinggi di antara vapers sering dari pada di antara vapers sesekali,” demikian pernyataan pers.

“Tingkat uranium urine juga dua kali lebih tinggi di antara vapers sering dari pada di antara vapers sesekali. Perbandingan jenis rasa menunjukkan tingkat uranium 90 persen lebih tinggi di antara vapers yang lebih memilih rasa manis dari pada di antara mereka yang memilih mentol/mint,” sambungnya.

Penelitian Lebih Lanjut

Karena studi ini bersifat observasional, kesimpulan definitif tidak dapat diambil tentang tingkat logam beracun dan frekuensi/rasa vaping. Selain itu, tingkat logam beracun dalam vape akan bervariasi menurut merek dan jenis vaporizer yang digunakan (tank, pod, mod).

“Penggunaan e-rokok selama masa remaja dapat meningkatkan kemungkinan paparan logam, yang dapat memengaruhi perkembangan otak dan organ secara negatif. Temuan ini memerlukan penelitian lebih lanjut, regulasi vaping, dan intervensi kesehatan masyarakat yang ditargetkan untuk mengurangi potensi bahaya penggunaan e-rokok, terutama di kalangan remaja,” demikian kesimpulan para peneliti.

Tags: otakREMAJAvape
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pemkab Lampung Timur Apresiasi Perhatian Presiden Terhadap Konflik Manusia dan Gajah

Pemkab Lampung Timur Apresiasi Perhatian Presiden Terhadap Konflik Manusia dan Gajah

byRicky Marlyand1 others
25/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian serius Presiden terhadap konflik antara manusia...

Vaksinasi

Cegah Penularan Super Flu, Pemprov Sediakan Vaksinasi di Faskes

byDelima Napitupulu
25/01/2026

Jakarta (lampost.co)--Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai memperketat proteksi kesehatan warga guna membendung potensi penyebaran virus dengan istilah Super Flu. Sebagai...

Ilustrasi (MI)

Vaksinasi Rutin-Prokes Agar Terhindar dari Superflu

byDelima Napitupulu
25/01/2026

Bogor (Lampost.co) — Ancaman penularan virus influenza subtipe H3N2 varian subklade K menuntut kewaspadaan ekstra dari masyarakat. Dosen Fakultas Kedokteran...

Berita Terbaru

Rain oppa
Hiburan

Rain Minta Maaf Usai Tegur Fans Tuli di Konser Taipei Arena

byNana Hasan
26/01/2026

Jakarta (Lampost.co) - Penyanyi K-pop legendaris Rain baru saja menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial miliknya. Tindakan ini...

Read moreDetails
Reza Arap dan Lula Lahfah

Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Reza Arap Terkait Kematian Lula Lahfah

26/01/2026
Lucky Widja

Kabar Duka: Lucky Widja Vokalis Element Meninggal Dunia di Usia 49 Tahun

26/01/2026
Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik, Hardjuno Wiwoho menyoal pencabutan HGU SGC.

Pengamat Hukum Hardjuno Nilai Pencabutan HGU SGC Bisa Rusak Kredibilitas Investasi Indonesia

26/01/2026
Langit mendung menyelimuti Masjid Raya Al Bakrie Bandar Lampung dan sekitarnya. BMKG menyampaikan prakiraan cuaca Lampung berawan berpotensi hujan. (Foto: Triyadi Isworo/Lampost.co)

Senin, 26 Januari 2026, Lampung Berawan Berpotensi Hujan

26/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.