Jakarta (lampost.co)–Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan peran strategis Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keterlibatan koperasi ini bertujuan memperkuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menjadi lebih berdaya secara ekonomi.
Zulhas menjelaskan bahwa dapur gizi tidak bisa berjalan sendiri dalam memenuhi kebutuhan logistiknya. Oleh karena itu, SPPG akan membeli seluruh bahan makanan baku langsung melalui Kopdes Merah Putih di wilayah masing-masing.
“Kopdes akan menyerap hasil panen masyarakat sekitar seperti sayur, buah, hingga gabah,” ujar Zulhas, beberapa waktu lalu.
Skema ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat desa secara langsung. Zulhas meyakini bahwa kreativitas dan produktivitas warga lokal merupakan fondasi utama bagi kemajuan ekonomi nasional.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut Kopdes sebagai agregator utama. Koperasi berperan mengoordinasi pasokan dari para petani, peternak, hingga nelayan di pelosok desa.
Sebagai gambaran, satu unit SPPG rata-rata membutuhkan setidaknya lima ton beras setiap bulannya. Kehadiran Kopdes Merah Putih sebagai offtaker menjamin ketersediaan stok bahan baku tersebut secara berkelanjutan. (ANT)








