Jakarta (Lampost.co) — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengapresiasi kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada Puncak Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat, 28 November 2025. Kehadiran Prabowo menunjukkan komitmen kuat terhadap pendidikan nasional.
Poin Penting:
-
Mendikdasmen nilai kehadiran Presiden sebagai bukti cinta pendidikan.
-
Tunjangan ASN setara gaji pokok.
-
Program PPG tembus 808.865 penerima.
Mendikdasmen mengingatkan Prabowo juga menghadiri HGN 2024. Karena itu, ia menilai dukungan Presiden bukan seremonial. “Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo. Beliau selalu membersamai guru,” kata Abdul Mu’ti.
Dia menilai kehadiran Presiden sebagai pesan moral penting dalam menghargai dan memperkuat para guru agar pendidikan nasional lebih maju.
Baca juga: Orang Tua Harus Dukung Ketegasan Guru
Abdul Mu’ti juga menyebut kehadiran itu sebagai bukti cinta pendidikan. Selain itu, ia melihat kedekatan Presiden kepada dunia pendidikan.
Pendidikan Jadi Pilar SDM Unggul
Menurut Mendikdasmen, komitmen Presiden menguatkan fokus pemerintah pada kualitas sumber daya manusia. Oleh sebab itu, pendidikan sebagai pilar utama. “Pendidikan nasional mendorong kesejahteraan dan martabat bangsa,” ujarnya.
Selain itu, Abdul Mu’ti menilai kebijakan pendidikan kini lebih terarah. Karena itu, ia mengajak seluruh tenaga pendidik bergerak bersama.
Tema HGN 2025 sama dengan tahun lalu, yakni Guru hebat, Indonesia kuat menegaskan kesinambungan kebijakan. Abdul Mu’ti menilai kesamaan tema tersebut mencerminkan agenda jangka panjang pendidikan nasional
Ia juga menegaskan guru menjadi aktor utama perubahan. Oleh karena itu, negara mesti hadir melindungi guru.
Kesejahteraan Guru Menguat
Dalam kesempatan itu, Mendikdasmen memaparkan capaian kebijakan kesejahteraan guru. Pertama, tunjangan guru non-ASN naik menjadi Rp2 juta dan sudah berjalan. Kedua, tunjangan guru ASN setara gaji pokok. Selanjutnya, bonus kini masuk langsung ke rekening. “Kebijakan ini sudah terlaksana,” kata Abdul Mu’ti.
Menurutnya, skema transfer langsung mencegah keterlambatan dan sistem ini lebih transparan.
Ia menilai peningkatan kesejahteraan mendorong motivasi kerja yang berujung kualitas pembelajaran ikut meningkat.
Program PPG Tembus 808.865 Peserta
Selain kesejahteraan, Mendikdasmen juga melaporkan kemajuan pendidikan profesi guru (PPG). Hingga 2025, penerima manfaat mencapai 808.865 orang.
Menurut Mu’ti, capaian ini sangat signifikan sehingga kementerian terus memperluas jangkauan. Dia berharap guru yang lulus menerima segera sertifikasi sehingga standar profesi makin kuat. “Insyaallah, sertifikasi mulai tahun depan,” ujarnya.
Mendikdasmen juga menegaskan PPG meningkatkan kompetensi dalam menjaga mutu nasional. Sebab, pendidikan bermutu memerlukan guru unggul sehingga negara memperkuat pelatihan.
Apresiasi untuk Presiden
Abdul Mu’ti kembali menekankan kehadiran Prabowo memperkuat kepercayaan publik. Apalagi, Presiden konsisten mendorong pembenahan dan menaruh perhatian pada kesejahteraan.
Karena itu, ia menyebut kepemimpinan Presiden proguru. Dengan demikian, arah kebijakan kian jelas.
Mendikdasmen juga mengajak guru aktif menyambut perubahan dan menjaga semangat kolaborasi. Selain itu, guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan mendorong inovasi pembelajaran.
Abdul Mu’ti pun optimistis pendidikan Indonesia menuju kemajuan. Dengan dukungan Presiden, kebijakan akan berkelanjutan dan guru perlu fokus pada mutu. “Guru adalah jantung peradaban,” ujarnya.








