Bandar Lampung (Lampost.co)—Sebagai salah satu sekolah pusat keunggulan (PK) berdasarkan penetapan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), SMKN 4 Bandar Lampung terus memperkuat implementasi pembelajaran berbasis industri melalui 11 teaching factory (Tefa). Seluruh Tefa ini bukan hanya menjadi wahana belajar siswa, melainkan juga berkembang menjadi unit usaha produktif yang terintegrasi dengan badan layanan umum daerah (BLUD).
Poin penting:
- SMKN 4 Bandar Lampung memiliki 11 teaching factory yang telah berkembang menjadi unit usaha berbasis BLUD.
- Gre4t Cokro Edotel menjadi Tefa unggulan, yang pengelolaannya siswa lintas jurusan dengan fasilitas setara hotel berbintang.
- Beragam unit usaha lain seperti laundry, kuliner, RPL, hingga percetakan menjadi sarana praktik nyata untuk menyiapkan siswa menghadapi dunia kerja.
Kepala SMKN 4 Bandar Lampung, Dewi Ningsih, mengatakan salah satu Tefa unggulan yang telah berjalan optimal adalah Gre4t Cokro Edotel. Sebuah hotel edukasi dengan pengelolaan langsung oleh sekolah yang melibatkan peserta didik lintas jurusan.
“Untuk pengelolaan hotel kita ajak anak perhotelan, anak akuntansi ada di kasir, untuk penyediaan makanan kami libatkan anak tata boga, dan promosinya kami ajak anak jurusan pemasaran,” ujar Dewi, Sabtu (29/11/2025).
Baca juga: 39 SMK di Lampung Sudah Jadi BLUD
Hotel edukasi tersebut kini memiliki 16 kamar dengan berbagai tipe, serta fasilitas standar hotel berbintang di Bandar Lampung. Selain kamar, Gre4t Cokro Edotel juga memiliki ruang pertemuan (meeting room) untuk berbagai kegiatan. Pemesanan kamar bahkan sudah dapat melalui platform daring seperti Traveloka dan Tiket.com, selain pemesanan langsung.
Tidak hanya hotel, SMKN 4 Bandar Lampung juga mengembangkan berbagai unit usaha lainnya bersama siswa. Beberapa di antaranya meliputi jasa laundry, retail, ticketing perjalanan wisata, kuliner, busana, perbaikan komputer, rekayasa perangkat lunak, pembuatan website, analisis pembiayaan, fotokopi, serta percetakan.
Menurut Dewi, keberadaan Tefa tidak hanya memperkuat pembelajaran praktis, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam lingkungan kerja profesional.
“Dengan berbagai Tefa ini, siswa jadi punya pengalaman dan keterampilan tidak sekadar teori di dalam kelas. Sebab, mereka langsung praktik,” ujarnya.
Baca juga: Disdikbud Lampung Dorong Transformasi Semua SMK Jadi BLUD
Implementasi Tefa yang terstruktur dan terintegrasi dengan BLUD memberi peluang besar bagi sekolah untuk mandiri dan terus berkembang. Sementara bagi siswa, sistem ini menjadi jembatan penting untuk meningkatkan kompetensi, kesiapan kerja, dan daya saing di dunia usaha dan industri.








