Bandar Lampung (Lampost.co) — Warga Jati Agung sambutan positif dari sebagian besar masyarakat. Mereka menilai kedekatan aktivitas sosial dan ekonomi dengan pusat kota menjadi alasan kuat.
Selama bertahun-tahun, masyarakat Jati Agung menjadikan Kota Bandar Lampung sebagai pusat aktivitas harian.
Warga bekerja, bersekolah, berdagang, serta mengakses layanan kesehatan dan kebutuhan lainnya ke kota.
Kondisi tersebut mendorong munculnya harapan agar status administrasi wilayah menyesuaikan realitas kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sugeng Prasetyo, warga Desa Margorejo, menyampaikan bahwa pola hidup masyarakat Jati Agung telah lama menyatu dengan Kota Bandar Lampung.
Menurutnya, jarak dan akses ke kota jauh lebih dekat dibandingkan pusat pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan.
Baca juga : Delapan Desa di Kecamatan Jati Agung Masuk Kota Bandar Lampung
“Kalau melihat keseharian warga, kami ini sudah seperti bagian dari Bandar Lampung. Banyak warga bekerja dan sekolah ke kota, bahkan belanja kebutuhan sehari-hari juga ke sana,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Sri Wahyuni, warga Desa Sinar Rejeki.
Ia berharap perubahan status wilayah mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik serta fasilitas umum. Menurutnya, selama ini masyarakat masih menghadapi berbagai keterbatasan layanan dasar.
“Kami berharap pelayanan administrasi bisa lebih cepat, kondisi jalan membaik, penerangan jalan bertambah, dan angkutan umum lebih tertata,” katanya.
Masyarakat juga menaruh harapan besar pada pemerataan pembangunan apabila wilayah Jati Agung resmi bergabung ke Kota Bandar Lampung.
Sejumlah desa masih menghadapi persoalan infrastruktur, seperti jalan rusak, keterbatasan fasilitas kesehatan, serta minimnya sarana pendidikan.
Andi Saputra, warga Desa Gedung Harapan, menilai pemerintah perlu segera membenahi infrastruktur dasar agar kualitas hidup masyarakat meningkat.
Ia menegaskan bahwa warga tidak menuntut berlebihan, melainkan menginginkan pembangunan yang adil dan berkelanjutan.
“Kami berharap pemerintah membenahi jalan, mengurangi banjir, serta menambah fasilitas umum. Kalau sudah masuk wilayah kota, tentu kualitas hidup warga juga harus meningkat,” ujarnya.








