Daftar Kilang hingga Pelabuhan Energi yang Hancur Diserang dalam Perang Iran-AS

Serangan rudal dan drone merusak kilang minyak, ladang gas, hingga pelabuhan strategis.

Editor Effran
Rabu, 29 April 2026 08.47 WIB
Daftar Kilang hingga Pelabuhan Energi yang Hancur Diserang dalam Perang Iran-AS
Kilang minyak di bom dalam perang Iran-Israel dan AS. ATTA KENARE / AFP

Teheran (Lampost.co) — Perang antara Iran dan Amerika Serikat terus memicu kerusakan besar. Konflik yang memasuki minggu keempat itu menghantam sektor energi secara masif.

Serangan rudal dan drone merusak kilang minyak, ladang gas, hingga pelabuhan strategis. Dampaknya langsung terasa pada stabilitas energi global.

Situasi memanas setelah Iran menolak proposal damai dari Amerika Serikat. Serangan kemudian meluas ke kawasan Teluk dan wilayah strategis lainnya.

Serangan paling intens menyasar fasilitas pengolahan minyak. Banyak kilang besar terpaksa menghentikan operasi sementara.

 Kilang Minyak yang Terdampak

Beberapa kilang penting mengalami gangguan serius:

  •  Ruwais di Uni Emirat Arab tutup setelah kebakaran akibat drone
  •  Ras Tanura di Arab Saudi sempat berhenti beroperasi sebelum kembali aktif
  •  Samref di Arab Saudi terkena insiden drone
  •  Bapco Energies di Bahrain mengalami kerusakan besar dan force majeure
  •  Mina Al-Ahmadi dan Mina Abdullah di Kuwait terdampak serangan beruntun
  •  Lanaz di Irak menghentikan operasi akibat kebakaran

Serangan itu menunjukkan tingginya risiko pada jalur produksi minyak global.

 Fasilitas Gas Alami Alami Gangguan Berat

Selain minyak, sektor gas juga terkena dampak signifikan. Beberapa fasilitas mengalami kerusakan dan penurunan produksi.

 Daftar Fasilitas Gas yang Diserang

  •  Ras Laffan di Qatar mengalami kebakaran besar akibat rudal
  •  Habshan di UEA sempat tutup lalu buka kembali
  •  South Pars di Iran mengalami gangguan produksi
  •  Isfahan menjadi target serangan terbaru
  •  Shah di UEA berhenti beroperasi akibat kebakaran
  •  Das Island LNG mengalami penurunan ekspor

Gangguan itu berpotensi mengganggu pasokan gas global.

 Ladang Minyak dan Nuklir

Serangan juga menyasar sumber energi utama lainnya. Ladang minyak dan fasilitas nuklir ikut terdampak.

Ladang Majnoon di Irak menjadi target serangan. Sementara Shaybah di Arab Saudi terkena serangan drone tanpa kerusakan besar.

Di Iran, area sekitar pembangkit nuklir Bushehr ikut terkena dampak serangan. Kondisi itu meningkatkan kekhawatiran global.

 Pelabuhan Energi Strategis

Pelabuhan menjadi titik penting distribusi energi. Konflik membuat aktivitas di beberapa pelabuhan terhenti. Meski sebagian beroperasi kembali, risiko tetap tinggi.

 Pelabuhan yang Terdampak Konflik

  •  Yanbu di Arab Saudi sempat menghentikan aktivitas
  •  Fujairah di UEA mengalami gangguan berulang
  •  Jebel Ali menghentikan operasi sementara
  •  Sohar, Mina Al Fahal, dan Salalah di Oman sempat ditutup

 Dampak Besar bagi Pasar Energi Dunia

Kerusakan infrastruktur energi meningkatkan ketidakpastian global. Harga energi berpotensi naik akibat gangguan pasokan.

Selain itu, biaya logistik dan asuransi kapal meningkat. Hal itu menambah tekanan pada perdagangan internasional. Jika konflik terus berlanjut, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor ekonomi.

Selat Hormuz menjadi titik krusial dalam konflik ini. Gangguan di jalur tersebut bisa menghambat distribusi energi dunia. Negara-negara konsumen energi mulai mencari alternatif pasokan. Namun, pilihan tersebut terbatas dan mahal.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI