Serangan rudal dan drone merusak kilang minyak, ladang gas, hingga pelabuhan strategis.
Teheran (Lampost.co) — Perang antara Iran dan Amerika Serikat terus memicu kerusakan besar. Konflik yang memasuki minggu keempat itu menghantam sektor energi secara masif.
Serangan rudal dan drone merusak kilang minyak, ladang gas, hingga pelabuhan strategis. Dampaknya langsung terasa pada stabilitas energi global.
Situasi memanas setelah Iran menolak proposal damai dari Amerika Serikat. Serangan kemudian meluas ke kawasan Teluk dan wilayah strategis lainnya.
Serangan paling intens menyasar fasilitas pengolahan minyak. Banyak kilang besar terpaksa menghentikan operasi sementara.
Beberapa kilang penting mengalami gangguan serius:
Serangan itu menunjukkan tingginya risiko pada jalur produksi minyak global.
Selain minyak, sektor gas juga terkena dampak signifikan. Beberapa fasilitas mengalami kerusakan dan penurunan produksi.
Gangguan itu berpotensi mengganggu pasokan gas global.
Serangan juga menyasar sumber energi utama lainnya. Ladang minyak dan fasilitas nuklir ikut terdampak.
Ladang Majnoon di Irak menjadi target serangan. Sementara Shaybah di Arab Saudi terkena serangan drone tanpa kerusakan besar.
Di Iran, area sekitar pembangkit nuklir Bushehr ikut terkena dampak serangan. Kondisi itu meningkatkan kekhawatiran global.
Pelabuhan menjadi titik penting distribusi energi. Konflik membuat aktivitas di beberapa pelabuhan terhenti. Meski sebagian beroperasi kembali, risiko tetap tinggi.
Kerusakan infrastruktur energi meningkatkan ketidakpastian global. Harga energi berpotensi naik akibat gangguan pasokan.
Selain itu, biaya logistik dan asuransi kapal meningkat. Hal itu menambah tekanan pada perdagangan internasional. Jika konflik terus berlanjut, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor ekonomi.
Selat Hormuz menjadi titik krusial dalam konflik ini. Gangguan di jalur tersebut bisa menghambat distribusi energi dunia. Negara-negara konsumen energi mulai mencari alternatif pasokan. Namun, pilihan tersebut terbatas dan mahal.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update