• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 22/01/2026 16:36
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Internasional

Ini 6 Pemimpin Negara Lain yang Mundur, Selain PM Bangladesh

Isnovan DjamaludinbyIsnovan Djamaludin
09/08/24 - 00:27
in Internasional
A A
FRANCE-POLITICS-UNESCO

Bangladesh's Prime Sheikh Hasina telah berkuasa di Bangladesh selama 15 tahun. Foto: AFP

Jakarta (Lampost.co)—Pada 5 Agustus 2024, Sheikh Hasina, mantan Perdana Menteri Bangladesh, mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya setelah bentrokan maut beruntun yang terjadi di negara tersebut.
Hasina bukan satu-satunya orang yang pernah berdiri sebagai orang nomor satu di negaranya yang memutuskan untuk melepaskan seluruh kekuatannya dalam sejarah. Ada banyak pemimpin dunia yang berakhir seperti Hasina, siapa sajakah itu?

Simak deretan pemimpin negara yang mengundurkan diri:

1. Mahinda Rajapaksa – Perdana Menteri Sri Lanka

Rajakpaksa memimpin negara tetangga Bangladesh dari tahun 2019 sampai 2022. Ketika bentrokan besar-besaran terjadi tahun 2022, Rajapaksa yang mendapat tuduhan melakukan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di pemerintahan, menjadi sasaran kesalahan atas krisis ekonomi yang terjadi di negara tersebut.
Alhasil, Rajapaksa terpaksa mengundurkan diri pada 9 Mei 2022. Dia serta keluarganya melarikan diri ke markas militer untuk keamanannya.

2. Robert Mugabe – Presiden Zimbabwe

Mugabe merupakan presiden kedua Zimbabwe dan menjabat dari tahun 1987 sampai 2017. Mugabe berjasa meruntuhkan tatanan Rhodesia yang dipimpin minoritas orang-orang kulit putih dan membentuk negara “Zimbabwe” yang dipimpin mayoritas kulit hitam.

Walaupun begitu, “pahlawan” Zimbabwe ini melakukan banyak kesalahan fatal. Mugabe bertanggung jawab atas hiperinflasi yang terjadi di negara tersebut pada tahun 2000-an. Pada 2017, di bawah paksaan partainya dan militer Zimbabwe, Mugabe mengundurkan diri.

3. Hosni Mubarak – Presiden Mesir

Mubarak menjabat presiden Mesir dari tahun 1981 sampai 2011. Ketika fenomena Arab Spring terjadi di Timur Tengah, rakyat Mesir selama 18 hari memprotes pemerintahan Mubarak yang mereka anggap tidak demokratis.
Di akhir peristiwa yang disebut “Revolusi Mesir 2011” tersebut, pada 11 Februari 2011, Mubarak menyatakan pengunduran diri lewat wakil presiden Mesir saat itu.

4. Liz Truss – Perdana Menteri Inggris

Liz Truss menjabat sebagai perdana menteri Inggris dalam waktu yang sangat singkat pada 2022. Setelah hanya beberapa pekan menjabat, Truss menghadapi kritik keras atas kebijakan ekonominya yang menyebabkan ketidakstabilan pasar dan kehilangan dukungan partai serta masyarakat.
Pada 20 Oktober 2022, Truss mengumumkan pengunduran dirinya, menjadikannya salah satu perdana menteri Inggris dengan masa jabatan terpendek dalam sejarah.

5. Saad Hariri – Perdana Menteri Lebanon

Saad Hariri mundur sebagai perdana menteri Lebanon pada Oktober 2019 setelah gelombang protes besar-besaran yang menuntut reformasi ekonomi dan penghapusan korupsi di pemerintahan.
Pengunduran Hariri adalah hasil dari tekanan yang terus-menerus dari masyarakat yang tidak puas dengan kondisi ekonomi dan politik negara tersebut.

6. Abdelaziz Bouteflika – Presiden Aljazair

Abdelaziz Bouteflika mengundurkan diri pada April 2019 setelah gelombang protes yang menentang pencalonannya untuk masa jabatan kelima.
Bouteflika telah memimpin Aljazair selama dua dekade sebelum akhirnya mundur karena tekanan rakyat yang menginginkan perubahan dan reformasi politik.
Pemicu pengunduran diri pemimpin negara sering karena berbagai faktor, termasuk tekanan politik, skandal, krisis ekonomi, dan protes massal. Medcom.id berharap Indonesia tidak bernasib seperti negara-negara di atas dan selalu mendapat karunia dengan pemimpin-pemimpin yang baik.

Tags: desakan rakyatmengundurkan diripemimpin negara
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Kedepankan Semangat Perdamaian dalam Menghadapi Konflik Global

Kedepankan Semangat Perdamaian dalam Menghadapi Konflik Global

byRicky Marlyand1 others
15/01/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Dalam konflik politik global, Indonesia harus konsisten mempertahankan sikap sebagai pendukung perdamaian abadi sebagaimana amanat konstitusi. "Konflik...

Sri Mulyani Masuk Dewan Gates Foundation.

Sri Mulyani Resmi Jadi Dewan Direksi Gates Foundation Milik Bill Gates

byNur
13/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati resmi bergabung sebagai anggota Dewan Direksi Gates Foundation. Lembaga filantropi...

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Reuters)

Trump Naikkan Tarif 25 Persen bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran

byNur
13/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan mengumumkan kebijakan tarif keras yang berpotensi mengguncang...

Berita Terbaru

Pengamat Dorong Pemprov Lampung Tertibkan Pajak Alat Berat
Lampung

Pemprov Tertibkan Data Alat Berat untuk Genjot PAD dari Pajak

byDelima Napitupulu
22/01/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Pemerintah Provinsi Lampung mulai melakukan pembenahan menyeluruh terhadap basis data alat berat yang beroperasi di wilayahnya. Langkah ini...

Read moreDetails
Pajak

Bapenda Lampung Targetkan PAD 2026 Tembus Rp4 Triliun

22/01/2026
Penahanan ijazah di Lampung. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Sulpakar.

Pemprov Lampung Bidik Kenaikan PAD Optimalisasi Tiga Sektor

22/01/2026
Perusahaan gula PT Sugar Group Companies di Provinsi Lampung.

Di Balik Pencabutan HGU SGC: Nasib Puluhan Ribu Pekerja dan Jejak Panjang Industri Gula Lampung

22/01/2026
Nokia X700 Pro 2024

10 HP Nokia Terbaik 2026 yang Masih Layak Dibeli: Harga Ramah, Spesifikasi Tangguh

22/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.