Iran Kirim Sinyal Perang Baru dengan AS, Dunia Kian Waspada

Mohammad Jafar Asadi menegaskan kemungkinan konflik semakin besar. Ia juga menilai sikap AS tidak konsisten dalam berbagai kesepakatan.

Editor Effran
Minggu, 03 Mei 2026 07.48 WIB
Iran Kirim Sinyal Perang Baru dengan AS, Dunia Kian Waspada
Kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran selama dua minggu. REUTERS/Majid-Asgaripour

Jakarta (Lampost.co) — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Seorang pejabat militer Iran menyampaikan peringatan keras terkait potensi konflik baru.

Pernyataan itu muncul di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil. Dunia internasional pun mulai mencermati perkembangan terbaru ini.

Mohammad Jafar Asadi menegaskan kemungkinan konflik semakin besar. Ia juga menilai sikap AS tidak konsisten dalam berbagai kesepakatan. “Konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar terjadi,” ujarnya.

Iran Soroti Sikap AS dan Isu Minyak Dunia

Asadi mengkritik pernyataan pejabat AS yang hanya bersifat pencitraan. Ia menilai langkah tersebut berkaitan dengan kepentingan ekonomi global.

Menurutnya, AS berusaha menjaga stabilitas harga minyak dunia. Selain itu, AS juga ingin keluar dari tekanan politik yang mereka hadapi. “Tindakan pejabat AS berorientasi media, untuk mencegah penurunan harga minyak,” jelasnya.

 Militer Iran Siaga Penuh Hadapi Segala Skenario

Iran menegaskan kesiapan militernya dalam menghadapi kemungkinan terburuk. Angkatan bersenjata berada dalam kondisi siaga penuh.

Asadi menyebut Iran siap merespons setiap langkah yang provokatif. Ia juga memperingatkan risiko salah perhitungan dari pihak lawan. Langkah itu menunjukkan eskalasi yang tidak bisa dianggap ringan.

Konflik Memanas Sejak Serangan Februari

Ketegangan memuncak setelah serangan yang dimulai pada 28 Februari. Israel dan Amerika Serikat melancarkan aksi militer ke wilayah Iran.

Iran kemudian melakukan balasan terhadap sekutu AS di kawasan Teluk. Situasi semakin kompleks setelah penutupan Selat Hormuz.

Selat itu merupakan jalur penting perdagangan minyak dunia. Penutupannya berdampak langsung pada pasar energi global.

Gencatan Senjata Masih Rapuh

Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui mediasi Pakistan dengan gencatan senjata pada 8 April.

Negosiasi lanjutan berlangsung di Islamabad pada 11 hingga 12 April. Namun, pembicaraan tersebut belum menghasilkan kesepakatan.

Presiden Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata secara sepihak. Keputusan itu atas permintaan Pakistan.

Iran Ajukan Proposal Baru untuk Negosiasi

Meski situasi tegang, Iran masih membuka peluang dialog. Pemerintah Teheran mengajukan proposal baru untuk melanjutkan negosiasi.

Langkah itu menunjukkan upaya mencari solusi damai tetap berjalan. Namun, hasilnya masih belum pasti. Banyak pihak meragukan keberhasilan negosiasi lanjutan ini.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI