Mendadak Dihentikan! Trump Stop Operasi Militer AS di Selat Hormuz, Ada Sinyal Damai dengan Iran?

Editor Effran
Kamis, 07 Mei 2026 10.54 WIB
Mendadak Dihentikan! Trump Stop Operasi Militer AS di Selat Hormuz, Ada Sinyal Damai dengan Iran?
Mantan presiden AS Donald Trump. (Foto: Dok. MEDCOM/AFP)

Washington (Lampost.co) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan menghentikan operasi militer AS di Selat Hormuz. Pengumuman itu muncul hanya sehari setelah peluncuran Project Freedom. Operasi tersebut bertujuan mengawal kapal keluar dari jalur strategis itu.

Trump menyampaikan keputusan itu melalui akun Truth Social. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari proses menuju kesepakatan dengan Iran.

“Kami sepakat menghentikan sementara proyek kebebasan untuk melihat apakah perjanjian dapat selesai,” tulis Trump.

 Alasan Penghentian Operasi

Trump menyebut keputusan itu muncul setelah permintaan dari Pakistan dan beberapa negara lain. Ia juga mengklaim negosiasi dengan Teheran menunjukkan kemajuan signifikan.

Meski begitu, blokade terhadap Iran tetap berlangsung. Artinya, tekanan terhadap jalur distribusi tetap terjaga. Langkah itu menunjukkan perubahan strategi Washington dari pendekatan militer ke diplomasi terbatas.

Project Freedom baru berlangsung pada akhir pekan lalu. Operasi itu langsung memicu ketegangan di kawasan Teluk.

Dalam waktu singkat, militer AS dan Iran terlibat aksi saling serang. Situasi itu mempercepat eskalasi konflik di Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan operasi ofensif berakhir. Operasi tersebut sebagai “Epic Fury”. “Operasi berakhir. Kami sudah selesai dengan tahap itu,” kata Rubio di Gedung Putih.

Ia menegaskan bentrokan di Selat Hormuz bukan bagian dari operasi ofensif. Menurutnya, aksi militer bersifat defensif. “Tidak ada tembakan kecuali kita ditembak terlebih dahulu,” ujarnya.

 Konflik AS-Iran Masih Membara

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat sejak akhir Februari. Serangan awal menghantam sejumlah target militer dan ekonomi Iran.

Iran merespons dengan serangan rudal dan drone ke berbagai titik strategis. Konflik itu meluas ke wilayah Timur Tengah.

Pada 8 April, Trump mengumumkan gencatan senjata sementara. Namun, negosiasi lanjutan masih menghadapi hambatan.

 Selat Hormuz Tetap Jadi Titik Panas

Selat Hormuz menjadi jalur vital perdagangan energi dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati wilayah ini.

Setiap gangguan langsung memengaruhi harga energi global. Untuk itu, dunia terus memantau perkembangan konflik ini. Penghentian operasi militer belum menjamin stabilitas kawasan. Negosiasi menjadi kunci untuk meredakan ketegangan.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI