Beijing (Lampost.co)—Tiongkok merespons deklarasi NATO yang menyebutnya sebagai “pendukung krusial” dalam perang yang terjadi di Ukraina.
Deklarasi hasil kesepakatan 32 pemimpin NATO dan diumumkan pada Rabu malam di Washington mengancam Tiongkok agar menghentikan dukungannya terhadap Rusia dalam perang Ukraina. Tiongkok pun memberikan tanggapan pada Kamis oleh juru bicara luar negeri mereka.
“Paragraf-paragraf tersebut yang berkaitan dengan Tiongkok memiliki banyak bias, pencorengan nama baik, dan provokasi. Kami dengan sangat keras menyangkalnya,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, dalam konferensi pers reguler di Beijing.
Lin menuduh NATO menyebarkan disinformasi yang telah AS ciptakan untuk merusak hubungan Tiongkok-Eropa.
“NATO telah menyebarkan disinformasi yang AS ciptakan dan blak-blakan mencoreng nama baik Tiongkok untuk merusak hubungan Tiongkok dengan Eropa dan menghambat kerja sama Tiongkok-Eropa,” ujar Lin.
“Terhadap Perang Ukraina, NATO berkeras Tiongkok bertanggung jawab. Deklarasi tersebut memiliki motivasi jahat dan tidak masuk akal,” ujar Lin. Pihaknya menyangkal tuduhan NATO sebagai pihak yang memungkinkan terjadinya perang di Ukraina.
Lin mengingatkan NATO untuk tidak menyebabkan ketidakstabilan di wilayah Asia-Pasifik dan menghilangkan mentalitas perang dingin.
“Jangkauan NATO yang sampai ke Asia-Pasifik, memperkuat militer dan hubungan keamanan dengan negara-negara tetangga Tiongkok dan sekutu-sekutu AS, dan kolaborasinya dengan AS membahayakan kepentingan Tiongkok. Dan merusak perdamaian dan kestabilan di Asia-Pasifik,” imbuhnya.
“Tiongkok mendesak NATO menghilangkan mentalitas perang dingin. Jangan membawa ketidakstabilan di Asia-Pasifik setelah Eropa,” kata Lin.
Tiongkok memiliki kepentingan yang besar dalam kawasan Asia-Pasifik, khususnya dalam isu Laut China Selatan dan Taiwan. Tiongkok dan Rusia memiliki kepentingan yang sama karena kedua negara tersebut menolak pengaruh Barat di dalam kawasan kepentingan mereka. Untuk Rusia, kawasan Eropa Timur dan untuk Tiongkok, kawasan Asia-Pasifik.








