Jakarta (Lampost.co) — Masyarakat saat ini banyak yang menggemari olahraga lari. Olahraga lari ini memang baik, tetapi perlu memerhatikan dukungan tumpuan. Salah satunya bagaimana cara memilih sepatu khusus lari yang baik.
Tidak semua orang mengerti bahwa berlari itu penting dengan menggunakan sepatu yang cocok. Selain itu, ternyata manusia memiliki jenis kaki yang berbeda-beda. Sehingga perlu menyesuaikan penggunaannya.
Dokter Spesialis Ortopedi RS Eka Hospital Bekasi, dr. Yohannes Toban Layuk Allo mengatakan, sebelum memilih atau membeli sepatu khusus lari. Penting untuk mengetahui jenis bentuk dan ukuran kaki kita terlebih dahulu.
Baca Juga:
Ini Jenis Olahraga yang Aman Bagi Penderita Penyakit Jantung
Ada beberapa bentuk kaki, yakni normal arc, flat, dan high arc. Apabila bentuk kaki normal arc, maka pilihlah sepatu lari yang nyaman. Namun untuk mereka yang mempunyai bentuk kaki flat dan high arc, memerlukan perhatian khusus. Sehingga dalam melakukan olahraga lari tetap aman, nyaman, dan minim cedera.
“Kalau flat memerlukan sepatu khusus untuk stabilitasnya gitu. Di beberapa brand ada yang memiliki model khusus untuk flat feet,” kata dr. Toban dalam temu media di Jakarta, Senin, 26 Mei 2025.
Kostumisasi Insole Sepatu
Dr. Toban menambahkan jika bisa, seseorang yang memiliki flat fleet ini melakukan kostumisasi insole sepatu. Jadi, insole tersebut bisa kita gunakan pada setiap sepatu untuk menjaga keselamatan dalam berolahraga.
Jika memaksakan diri tidak mengikuti anjuran, dapat berisiko meningkatkan cedera pada otot dan tendon yang berujung pada ketidaknyamanan saat beraktivitas.
Pada bentuk high arc, ketidakseimbangan kaki saat menapak ke tanah juga berisiko cedera, seperti peradangan tendon hingga nyeri punggung.
Untuk ukuran kaki, dr. Toban mengatakan pentingnya membeli 0,5 atau 1 ukuran di atas ukuran asli. Contohnya adalah jika kamu berukuran 39, bisa membeli sepatu ukuran 39,5 atau 40. Hal ini berhubungan dengan kondisi kaki setelah melakukan olahraga.
“Size upsize penting karena semakin lama lari, kaki akan semakin bengkak. Kalau ukurannya pas nanti kaki akan tertekan dan sakit, akibatnya bisa cedera,” imbuh dr. Toban.








