• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 03/02/2026 02:50
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Kista Duktus Koledokus, Penyebab Bayi Lahir Kuning

Pada bayi yang mengalami kelainan kista duktus koledokus, kulit yang menguning bertahan sampai dua minggu setelah kelahiran.

Ricky MarlyAntaranewsbyRicky MarlyandAntaranews
15/08/24 - 11:09
in Kesehatan
A A
Ini 5 Cara Melindungi Kulit Bayi yang Aman dan Lembut

(dok. pixabay.com)

Jakarta (Lampost.co) — Dokter spesialis bedah pediatri dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr. Kshetra Rinaldhy Sp.B Subsp.Ped(K) menyampaikan, salah satu penyebab bayi lahir kuning adalah adanya kelainan bawaan langka pada saluran empedu yakni kista duktus koledokus.

“Itu penyakit bawaan yang bersifat kongenital, karena terjadi pelebaran bentuk kistik pada duktus bilier pada saluran empedu,” katanya dalam diskusi kesehatan secara daring dari Jakarta pada Rabu, 14 Agustus 2024.

“Semua orang punya empedu, dari anak punya saluran empedu, pada proses pembentukan janin ada kelainan saat pertumbuhan, ini namanya kista duktus koledokus,” ungkapnya.

Baca Juga:

Ibu Hamil yang Anemia Berisiko Lahirkan Bayi Prematur

Menurutnya, secara fisiologis bayi bisa lahir dalam keadaan kulitnya menguning pada hari ketiga setelah lahir.

Dalam keadaan normal, kulit kuning pada bayi dalam waktu satu minggu bisa hilang dengan terapi sinar biru atau rutin terkena sinar matahari.

Pada bayi yang mengalami kelainan kista duktus koledokus, kulit yang menguning bertahan sampai dua minggu setelah kelahiran. Serta dengan gejala lain seperti benjolan pada perut kanan atas akibat pembesaran kista dan infeksi.

Kelainan posisi saluran empedu dan pankreas pada janin membuat enzim pankreas masuk ke saluran empedu. Sehingga muncul kista, benjolan berisi cairan empedu.

“Sampai saat ini kita enggak tahu penyebabnya sehingga enggak bisa menyarankan apa yang harus dihindari. Jadi murni kelainan bawaan pada saat proses pembentukan janin,” ujarnya.

 

Deteksi Dini

Kshetra mengatakan, guna mencegah keparahan kista saat bayi lahir, kista duktus koledokus dapat kita deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan USG fotomaternal lebih detail. Upaya ini agar dokter bisa menemukan kista pada perut bayi.

Pemeriksaan USG untuk mendeteksi kista bisa ibu lakukan saat kehamilan memasuki trimester ketiga.

Setelah bayi lahir, kista duktus koledokus dapat tertangani dengan melakukan operasi kecil laparoskopi untuk mengangkat kista.

Kshetra menyarankan operasi dilakukan saat kista masih kecil guna mencegah komplikasi setelah dewasa.

“Operasi pada saat kista kecil dan pasien lebih sehat jauh lebih mudah. Operasi bisa laparoskopi, dengan sayatan kecil itu bisa kita angkat,” katanya.

Ia menambahkan, jika kita biarkan terlalu lama, kista bisa membesar dan operasi jauh lebih susah karena sudah menempel dan tidak bisa terangkat secara bersih.

Pengangkatan kista pada bayi akan meningkatkan kualitas hidup anak dan meminimalkan risiko komplikasi lain seperti kerusakan hati setelah dewasa nanti.

Tags: bayikista duktus koledokuspenyakit
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini virus Nipah belum terdeteksi di Indonesia.

Wamenkes Pastikan Virus Nipah Belum Masuk Indonesia

byNur
29/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini virus Nipah belum terdeteksi di Indonesia. Kepastian tersebut yang menyampaikan Wakil Menteri...

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran lebih luas virus Nipah

WHO Buka Suara soal Wabah Nipah di India, Ini Risiko Penyebarannya

byNur
28/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran lebih luas virus Nipah dari klaster kasus terbaru di India masih...

Bocah 2 Tahun di Inggris Kehilangan Penglihatan Akibat Virus Herpes.Dok

Bocah 2 Tahun di Inggris Kehilangan Penglihatan Gegara Dicium Sembarangan

byNur
22/01/2026

Inggris (Lampost.co)--– Sebuah kisah memilukan datang dari Inggris, ketika seorang bocah laki-laki berusia dua tahun harus kehilangan penglihatan pada salah...

Berita Terbaru

Keisya Levronka dan keluarga
Hiburan

Adik Keisya Levronka Jatuh dari Lantai 6: Ibu Tuntut Tanggung Jawab Kampus

byNana Hasan
02/02/2026

Jakarta (Lampost.co) - Keluarga penyanyi Keisya Levronka kini tengah berjuang demi mendapatkan keadilan bagi Lexi Valleno Havlenda. Melalui media sosial,...

Read moreDetails
Warga Jati Agung Sambut Rencana Gabung ke Kota Bandar Lampung

Warga Jati Agung Sambut Rencana Gabung ke Kota Bandar Lampung

02/02/2026
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Sentul International Convention Centre (SICC), Kabupaten Bogor, Senin, 2 Februari 2026. Dok. Kemendagri

Gubernur Mirza: Rakornas Menyelaraskan Pembangunan Nasional dengan Kebutuhan dan Potensi Daerah

02/02/2026
Plt Bupati Lampung Tengah Hadiri Rakornas di Sentul

Plt Bupati Lampung Tengah Hadiri Rakornas di Sentul

02/02/2026
Akademisi Nilai Realitas Sosial Tak Selalu Sejalan dengan Batas Administrasi

Akademisi Nilai Realitas Sosial Tak Selalu Sejalan dengan Batas Administrasi

02/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.