• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 26/01/2026 18:33
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Seberapa Tinggi Suara yang Aman agar Tidak Merusak Telinga? Ini Penjelasan Dokter

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar seseorang tidak terpapar suara lebih dari 85 dB secara terus-menerus.

Delima NapitupulubyDelima Napitupulu
01/08/25 - 12:00
in Kesehatan
A A
telinga

Ilustrasi (Freepik)

Jakarta (Lampost.co) — Banyak orang belum memahami batas tingkat kebisingan yang aman bagi telinga. Padahal, paparan suara keras dalam waktu lama bisa menyebabkan gangguan pendengaran permanen.

Menurut Hearing Health Foundation, suara yang aman untuk didengar dalam jangka panjang berada di bawah 70 desibel (dB). Suara pada tingkat ini tidak membahayakan telinga meski terdengar dalam waktu cukup lama.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar seseorang tidak terpapar suara lebih dari 85 dB secara terus-menerus. Jika melebihi ambang batas tersebut, risiko gangguan pendengaran meningkat secara signifikan.

Berikut contoh tingkat suara berdasarkan ukuran desibel:
• 0–60 dB: Percakapan biasa, suara hujan ringan, dan suasana tenang di dalam ruangan.
• 60–85 dB: Suara lalu lintas, mesin cuci piring, dan kemacetan jalan raya.
• 85 dB ke atas: Konser musik, suara mesin jet, dan suara tembakan.

Paparan Suara Keras Bisa Timbulkan Ketulian Bertahap

Spesialis THT-KL Subspesialis Neurotologi, dr. dr. Fikri Mirza Putranto, Sp.THT-KL(K), mengingatkan bahwa paparan suara keras tidak langsung membuat telinga tuli. Dampaknya bersifat akumulatif dan baru terasa setelah beberapa waktu.

“Kalau ketulian itu adalah hidden disabilities, yang tahu cuma orang itu sendiri. Bukan berarti setelah dengar sound horeg langsung tinnitus,” ujar dr. Fikri dalam video yang viral di media sosial.

Ia menjelaskan bahwa tanda awal gangguan pendengaran biasanya dimulai dari kesulitan menangkap suara percakapan saat berada di lingkungan yang sangat bising. Musik dengan volume ekstrem bisa menutupi suara pembicaraan dan memicu stres pada organ pendengaran.

Dokter spesialis THT dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Ashadi Budi, Sp.T.H.T.B.K.L, menegaskan bahwa pendengaran manusia bisa kalah oleh suara keras, terutama jika terpapar dalam durasi lama.
“Semakin keras suara dan semakin lama didengar, semakin besar risiko kerusakan telinga. Dan kerusakannya bisa permanen,” kata dr. Ashadi pada Rabu, 30 Juli 2025.

Karena itu, masyarakat harus lebih bijak mengatur volume suara, baik saat menggunakan headphone maupun menghadiri acara dengan pengeras suara.

Jaga Pendengaran Sebelum Terlambat

Paparan suara di atas 85 dB dalam waktu lama terbukti bisa menimbulkan gangguan pendengaran permanen. Ketulian tidak terjadi seketika, melainkan berkembang perlahan tanpa sadar. Membatasi durasi dan intensitas suara sehari-hari menjadi langkah penting untuk melindungi pendengaran. Jangan tunggu hingga telinga rusak, karena dalam banyak kasus, kerusakan tersebut bersifat tidak dapat pulih.

 

Tags: dokter THTkerusakan pendengaranKESEHATANkesehatan telingaSound Horegsuara aman untuk telingatingkat kebisingan
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Bocah 2 Tahun di Inggris Kehilangan Penglihatan Akibat Virus Herpes.Dok

Bocah 2 Tahun di Inggris Kehilangan Penglihatan Gegara Dicium Sembarangan

byNur
22/01/2026

Inggris (Lampost.co)--– Sebuah kisah memilukan datang dari Inggris, ketika seorang bocah laki-laki berusia dua tahun harus kehilangan penglihatan pada salah...

Ilustrasi. Depresi. (Foto: Dok. MI)

Wanita Ini Dilarikan Ke RSJ Usai Intens ‘Ngobrol’ dengan AI

byNur
22/01/2026

California (Lampost.co)--– Sebuah laporan medis dari University of California, San Francisco (UCSF) mengungkap kasus seorang perempuan berusia 26 tahun yang...

Kenali Gejala Super Flu Influenza A H3N2 Subclade K dan Pencegahan Penularan

RSHS Bandung Tangani 10 Kasus Super Flu Sepanjang 2025, Satu Pasien Meninggal Dunia

byNurand1 others
08/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mencatat telah merawat 10 pasien terkonfirmasi super flu sepanjang tahun 2025. Super...

Berita Terbaru

Integrasi Delapan Desa di Jati Agung ke Bandar Lampung Jadi Magnet Baru Investasi Properti
Lampung

Integrasi Delapan Desa di Jati Agung ke Bandar Lampung Jadi Magnet Baru Investasi Properti

byRicky Marlyand1 others
26/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- DPD Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Lampung menyambut antusias rencana integrasi delapan desa di Kecamatan Jati...

Read moreDetails
Delapan Desa di Kecamatan Jati Agung Masuk Kota Bandar Lampung

Delapan Desa di Kecamatan Jati Agung Masuk Kota Bandar Lampung

26/01/2026
Harga komponen PC 2026

Update Harga Komponen PC Januari 2026: Krisis Memori Global Picu Lonjakan Harga RAM Hingga 500 Persen

26/01/2026
Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami

Serukan Kewaspadaan Rabies, Kemenkes Tekankan Cuci Luka 15 Menit

26/01/2026
laptop gaming 10 jutaan 2026

5 Rekomendasi Laptop Gaming Harga 10 Jutaan Terbaik 2026

26/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.