• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 12/03/2026 13:17
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Kriminal

Pemanggilan Orang Tua Dinilai Tidak Efektif Beri Efek Jera Pelaku Geng Motor

webadminbywebadmin
21/05/23 - 21:45
in Kriminal
A A
ADVERTISEMENT

Pemanggilan Orang Tua Dinilai Tidak Efektif Beri Efek Jera Pelaku Geng Motor

Bandar Lampung (Lampost.co)– Pengamat sosial Universitas Lampung, Pairulsyah, mengatakan bahwa untuk memberikan efek jera pada kelompok pengacau keamanan bermotor tidak cukup hanya dengan pemanggilan orang tua.

Menurutnya, panggilan orang tua bukan solusi tepat karena dalam kelompok ini, sebagian besar pelakunya adalah anak muda yang masih mencari jati diri. Sehingga secara aspek sosial menurut Pairulsyah, mereka cenderung akan memiliki arogansi yang lebih besar.

“Mereka (pelaku) ini masih mencari jati diri dan arogansinya masih kuat, bahkan kadang-kadang orang tuanya saja mereka lawan,” ujar Pairulsyah.

Untuk mengatasi maraknya geng motor ini, Pairulsyah menyebut bahwa perlu ada upaya dari berbagai pihak baik kepolisian, Bhabinkamtibmas, ataupun aparatur daerah untuk mengawasi serta melakukan penindakan yang tegas dari para pelaku pengacau keamanan bermotor.

Dalam hal ini, Selain melakukan penertiban serta penindakan, aparat kepolisian juga dinilai perlu berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan juga aparatur daerah asal pelaku. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan agar semua pihak memiliki perhatian yang sama untuk memberikan pembinaan serta pendampingan kepada para pelaku kejahatan geng motor.

“Babin harus ikut aktif dalam berkoordinasi bersama pamong setempat baik RT dan keluruhan. Selain itu, Polisi harus meningkatkan pengawasan disetiap wilayah baik kecamatan, kabupaten, ataupun kota, jadi ini harus tuntas. Polisi jangan hanya sekedar mengejar dan ditangkap kemudian selesai, tapi harus ada efek jera yang didapat oleh para pelaku,” tegasnya.

Aparat kepolisian juga menurutnya harus mempu memetakan lokasi-lokasi yang rawan dijadikan tempat tindak kejahatan. Untuk itu, Ia meminta kepada pihak kepolisian untuk lebih menggencarkan pengawasan disemua titik guna memetakan lokasi yang dianggal rawan tindak kejahatan.

“Semua polisi di setiap titik di daerah itu harus bergerak, himpun laporan dan lakukan penangkapan, penangkapan ini bukan untuk diadili namun untuk dibina dilakukan pembinaan bersama kepala kampung ataupun aparatur lainnya sehingga ikut menangani hal ini,” tandasnya.

Lebih lanjut, akademisi sosiologi Unila tersebut juga menjelaskan bahwa seseorang bisa menjadi pelaku tindak kejahatan karena labeling yang diberikan oleh masyarakat. Oleh karenanya, Pairulsyah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi menyebut pelaku sebagai anggota geng motor.

“Jadi jangan lagi gunakan diksi ‘Geng Motor’, karena itu menjadikan mereka (pelaku) sebagai ajang untuk gagah-gagahan yang bisa menambah kesombongan dan keangkuhan.
Sebut saja sebagai Pengacau keamanan kelompok motor, sebagai bentuk sanksi sosial,” kata dia.

ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menjalani sidang perdana dalam perkara korupsi SPAM Kabupaten Pesawaran di PN Tipikor Tanjung Karang, Senin, 10 Maret 2026. Foto: Lampost/Asrul Septian Malik

Dendi Ramadhona Aset atas Nama Orang Lain dari Fee Proyek

byTriyadi Isworoand1 others
11/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) — Mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi di Kabupaten Pesawaran. Sidang tergelar...

Mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menjalani sidang perdana dalam perkara korupsi SPAM Kabupaten Pesawaran di PN Tipikor Tanjung Karang, Senin, 10 Maret 2026. Foto: Lampost/Asrul Septian Malik

Bupati Pesawaran Dendi Terima Rp59 Miliar Dari Proyek Dinas PUPR Sepanjang 2019–2024

byTriyadi Isworoand1 others
11/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) — Mantan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, menjalani sidang perdana perkara dugaan korupsi di Kabupaten Pesawaran. Sidang tergelar...

Mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menjalani sidang perdana dalam perkara korupsi SPAM Kabupaten Pesawaran di PN Tipikor Tanjung Karang, Senin, 10 Maret 2026. Foto: Lampost/Asrul Septian Malik

Sidang Korupsi SPAM, Dendi Ramadhona Diduga Terima Rp1,2 Miliar dari Rekanan

byTriyadi Isworoand1 others
11/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) — Mantan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri...

Berita Terbaru

Ilustrasi
Humaniora

Ustaz Ajak Umat Perbanyak Doa Ampunan

byDelima Napitupulu
12/03/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Memasuki fase sepuluh hari terakhir bulan Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam sebaiknya mengoptimalkan sisa waktu dengan meningkatkan kualitas...

Read moreDetails
Imam Masjid Baiturrahim Sukarame, Kota Bandar Lampung, Ustadz Dwi

Imam Masjid Baiturrahim Tekankan Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadan

12/03/2026
film Danur (Prilly Latuconsina)

Prilly Latuconsina Siap Garap Proyek Horor Baru Usai Danur: The Last Chapter

12/03/2026
Film Tunggu Aku Sukses Nanti

Sinopsis Film Tunggu Aku Sukses Nanti: Drama Keluarga Lebaran yang Menyentuh Hati

12/03/2026
Film agak laen

Agak Laen: Menyala Pantiku! Resmi Jadi Film Terlaris Sepanjang Masa di Indonesia

12/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.