• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 08/01/2026 01:27
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Lamban Pilkada

Golkar: Pilkada via DPRD Ikuti Ideologis Demokrasi Pancasila

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara tidak langsung merupakan ikhtiar ideologis.

Triyadi IsworoAntaranewsbyTriyadi IsworoandAntaranews
06/01/26 - 18:00
in Lamban Pilkada, Lampung Memilih, Pemilu, Politik
A A
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham saat memberikan keterangan. ANTARA/HO-Partai Golkar

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham saat memberikan keterangan. ANTARA/HO-Partai Golkar

Bandar Lampung (Lampost.co) – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara tidak langsung merupakan ikhtiar ideologis. Ini untuk menegakkan demokrasi Pancasila yang bermusyawarah, beperwakilan, dan berorientasi pada kepentingan nasional jangka panjang. Bukan sebagai langkah mundur.

“Selama terjalankan secara transparan, akuntabel, dan bermoral. Mekanisme tersebut justru mencerminkan demokrasi perwakilan yang berakar pada Pancasila,” ucap Idrus, Selasa, 6 Januari 2026.

Kemudian menurutnya, pemilihan kepala daerah lewat DPRD berpotensi melahirkan kepemimpinan daerah yang lebih rasional, stabil, dan berbasis kapasitas. Sekaligus mengurangi polarisasi sosial dan politik uang yang kerap menyertai pilkada langsung.

Maka dari itu, Idrus mengajak seluruh elemen bangsa untuk keluar dari jebakan pragmatisme elektoral. Dan mengembalikan pembahasan pilkada kepada koridor ideologi negara, falsafah bangsa, dan karakter kebangsaan, yakni Pancasila.

Kemudian ia menegaskan wacana sistem pemilihan kepala daerah harus terbaca dalam kerangka besar ideologi dan falsafah bangsa. Sebagaimana tertekankan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kemenangannya. Serta Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam pidato awal kepemimpinannya.

Rumah Bersama

Sejak awal, Idrus menyatakan bahwa Prabowo telah menggugah kesadaran dalam hidup berbangsa. Dan telah menegaskan bahwa bangsa Indonesia merupakan rumah bersama, rumah besar yang harus dirawat, dibangun, dan terkelola bersama. Dengan penuh rasa tanggung jawab, kekitaan, kekeluargaan, dan kegotongroyongan.

“Demokrasi dalam konteks ini bukan sekadar prosedur elektoral, melainkan instrumen ideologis untuk menjaga persatuan dan keberlanjutan bangsa,” ujarnya.

Lalu ia melanjutkan semangat yang sama juga tertegaskan oleh Bahlil. Ia menekankan pentingnya konsolidasi ideologi dan penguatan wawasan kebangsaan sebagai fondasi dalam setiap kebijakan politik nasional.

Dengan demikian, hal tersebut berarti setiap kebijakan politik. Termasuk sistem pemilihan kepala daerah, harus diuji terlebih dahulu kesesuaiannya dengan ideologi dan falsafah bangsa. Bukan sekadar dilihat dari aspek teknis atau pragmatis.

Kemudian dalam kerangka itu. Idrus menilai penyebutan pilkada berbiaya tinggi oleh Presiden Prabowo maupun oleh Ketua Umum Golkar dan pimpinan partai politik bukan merupakan tujuan akhir. Melainkan pintu masuk untuk membahas persoalan yang lebih mendasar tentang arah demokrasi Indonesia. Yaitu demokrasi Pancasila, yang berbeda dengan demokrasi negara-negara lain.

Dengan demikian, perdebatan publik selama ini kurang pas dan tidak mendasar. Karena terlalu cepat terjebak pada dikotomi langsung dan tidak langsung, tanpa terlebih dahulu meletakkan fondasi ideologisnya.

“Padahal, demokrasi Indonesia sejak awal tidak terancang sebagai demokrasi liberal elektoral. Tetapi demokrasi Pancasila yang bertumpu pada permusyawaratan, perwakilan, dan kebijaksanaan,” katanya menegaskan.

UUD 1945

Kemudian idrus mengingatkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 tidak pernah mengunci demokrasi pada satu model teknis tertentu.

Pasal 18 ayat (4) menyebutkan kepala daerah “dipilih secara demokratis”. Ini sebuah frasa yang dengan sadar terumuskan terbuka agar selaras dengan karakter demokrasi Pancasila. Bukan sekadar meniru model demokrasi liberal elektoral.

Lalu dalam pandangannya, musyawarah dan perwakilan merupakan ciri khas demokrasi Indonesia. Ini yang tidak semata-mata terukur dari seberapa langsung proses pemilihan terlaksanakan. Tetapi dari sejauh mana keputusan politik lahir melalui pertimbangan rasional, kebijaksanaan, dan kepentingan bersama.

Untuk itu, menurutnya, mengembalikan pemilihan tidak langsung bukan soal pragmatisme kekuasaan. Melainkan tentang ideologi negara dan falsafah bangsa, yakni bagaimana kedaulatan rakyat terjalankan. Melalui permusyawaratan dan perwakilan, sebagaimana dirumuskan para pendiri bangsa.

Selanjutnya ia juga menambahkan permasalahan utama demokrasi Indonesia bukan terletak pada sistem semata, melainkan pada kualitas dan etika aktor politik.

Dalam berbagai teori menjelaskan bahwa kualitas demokrasi dipengaruhi elite politik (O’Dannell), institusi politik (Robert Dahl). Dan seberapa jauh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi (Hantington).

Karena itu, lanjut Idrus, perubahan mekanisme harus tersertai dengan penguatan partai politik. Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai lembaga perwakilan rakyat.

“Kalau problem-nya ada pada perilaku elit yang transaksional. Maka solusinya adalah konsolidasi ideologi, pembenahan etika, penegakan hukum dan penguatan institusi politik. Bukan mempersempit demokrasi atau menghindari perdebatan ideologis,” ujar Idrus.

Sebelumnya, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan agar pemilihan kepala daerah kembali melalui DPRD.

“Khusus menyangkut pilkada, setahun lalu kami menyampaikan, kalau bisa pilkada dipilih lewat DPRD saja. Banyak pro kontra, tapi setelah kami mengkaji, alangkah lebih baiknya memang kita lakukan sesuai dengan pemilihan lewat DPRD kabupaten/kota. Biar tidak lagi pusing-pusing,” kata Bahlil di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 5 Desember 2025.

Tags: Bahlil Lahadalia.Dewan Perwakilan Rakyat DaerahDewan Pimpinan PusatDPPDPRDGERINDRAHerman KhaeronKetua Umum GolkarM Tito KarnavianMenteri Dalam NegeriNASDEMPANPancasilaPartai DemokratPemilihan Kepala DaerahPEMILUPILKADAPilkada lewat DPRDPilkada Melalui DPRDPilkada via DPRDPKBPKSPOLITIKPrabowo SubiantoSekretaris JenderalSistem Pilkada
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Ilustrasi Gedung Mahkamah Konstitusi. Dok MI

Semua Pihak Perlu Jaga MK Agar Tak Tunduk Intervensi Politik

byTriyadi Isworoand1 others
07/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo mengajak seluruh pihak agar menjaga independensi MK. Dan memastikan lembaga penjaga...

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan pernyataan dalam konperensi pers di Gedung Nusantara I DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.(MI/Susanto)

Sufmi Dasco Minta Partai Politik Tahan Diri Bicarakan Pilkada via DPRD

byTriyadi Isworoand1 others
07/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta partai-partai politik menahan diri dari polemik pilkada melalui...

Masyarakat sedang memasukan surat suara mengikuti pesta demokrasi. Dok Lampost.co

Pilkada via DPRD tak Hilangkan Politik Uang, Hanya Berpindah Arena kepada Elite Parpol

byTriyadi Isworoand1 others
07/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi pemilihan melalui DPRD....

Berita Terbaru

Xiaomi, kembali menunjukkan keseriusannya di industri kendaraan listrik dengan menghadirkan Xiaomi SU7 versi terbaru untuk pasar domestik.
Bandar Lampung

Xiaomi Luncurkan Kendaraan Listrik, Jarak Tempuh Tembus 900 Km

byNur
07/01/2026

Bandar Lampung (Lampopst.co)-- Produsen teknologi asal China, Xiaomi, kembali menunjukkan keseriusannya di industri kendaraan listrik dengan menghadirkan Xiaomi SU7 versi...

Read moreDetails
Target PAD 2026 Diminta Realistis, DPRD Soroti Validitas Data Kendaraan

Target PAD 2026 Diminta Realistis, DPRD Soroti Validitas Data Kendaraan

07/01/2026
Dinkes Bandar Lampung Gelar Penyelidikan Epidemiologi di Tiap Temuan Kasus DBD

Dinkes Bandar Lampung Gelar Penyelidikan Epidemiologi di Tiap Temuan Kasus DBD

07/01/2026
PSN Jadi Kunci Sukses Bandar Lampung Tekan Angka DBD di 2025

PSN Jadi Kunci Sukses Bandar Lampung Tekan Angka DBD di 2025

07/01/2026
Waspadai Barang Bekas Bisa Jadi Sarang Nyamuk di Musim Hujan

Waspadai Barang Bekas Bisa Jadi Sarang Nyamuk di Musim Hujan

07/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.