• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 12/01/2026 20:26
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Lamban Pilkada

Pilkada via DPRD Merubah Demokrasi Jadi Ajang Negosiasi

Wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) dari pemilihan langsung oleh rakyat kepada pemilihan melalui DPRD menuai polemik.

Triyadi IsworoMedia IndonesiabyTriyadi IsworoandMedia Indonesia
10/01/26 - 15:00
in Lamban Pilkada, Lampung Memilih, Nasional, Pemilu, Politik
A A
Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara mendampingi warga usai menggunakan hak pilih saat pemilihan suara ulang Pilkada Kabupaten Serang di TPS 05 Nambo Ilir, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (19/4/2025). (Dok. Antara)

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara mendampingi warga usai menggunakan hak pilih saat pemilihan suara ulang Pilkada Kabupaten Serang di TPS 05 Nambo Ilir, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (19/4/2025). (Dok. Antara)

Jakarta (Lampost.co) – Wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) dari pemilihan langsung oleh rakyat kepada pemilihan melalui DPRD menuai polemik.

Hal tersebut tersampaikan oleh Pakar politik pemilu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Tunjung Sulaksono. Ia menilai wacana Pilkada via DPRD merupakan sebagai gejala dari dua hal sekaligus. Pertama, ini merupakan alarm bahwa Pilkada langsung memang memiliki problem serius.

“Kedua, wacana ini juga mencerminkan kalkulasi kepentingan partai politik. Karena Pilkada langsung kerap melahirkan kepala daerah dengan legitimasi kuat yang sulit terkendalikan oleh partai pengusungnya,” jelas Tunjung, mengutip Media Indonesia, Sabtu, 10 Desember 2026.

Sementara secara konstitusional, mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD memang masih dapat terbenarkan. Pasal 18 ayat (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hanya menyebutkan bahwa kepala daerah terpilih secara demokratis.

Tanpa merinci apakah mekanismenya harus terlaksanakan secara langsung atau tidak langsung. Namun, Tunjung mengingatkan bahwa kualitas demokrasi tidak semata-mata diukur dari aspek legal-formal.

Kemudian menurut Tunjung, perubahan mekanisme Pilkada juga akan mengubah secara signifikan arena pertarungan politik tingkat lokal. Arena kompetisi berpindah dari adu program dan rekam jejak di hadapan jutaan pemilih, menjadi negosiasi di hadapan puluhan anggota DPRD.

Dalam banyak kasus, pemilihan melalui DPRD justru berpotensi mempersempit ruang representasi. Dan menutup peluang kandidat independen maupun figur yang memiliki dukungan kuat di tingkat akar rumput.

Gusur Kandidat Independen

Kemudian keputusan politik cenderung mengerucut pada elite partai. Kandidat independen praktis tidak memiliki ruang, dan figur yang populer pada masyarakat bisa kalah hanya karena tidak mendapat restu elite.

Pertama, oligarki lokal akan semakin menguat karena kepemimpinan daerah tertentukan oleh jaringan elit dan kekuatan modal. Kedua, akuntabilitas kepala daerah melemah karena orientasinya lebih tertuju pada DPRD daripada warga.

Ketiga, politik uang tidak hilang, melainkan hanya berpindah arena. Dari membeli suara rakyat menjadi membeli suara elite, yang justru lebih tertutup dan sulit diawasi.

Kemudian ia menegaskan, solusi utama terkait Pilkada seharusnya tidak bermula dengan menghapus mekanisme pemilihan langsung. Melainkan dengan membenahi persoalan hulu dalam sistem politik elektoral. Misalnya, rekrutmen kader partai, pendanaan politik, dan pengawasan Pilkada terus diperbaiki.

Tags: Bincang PolitikdemokrasiDewan Perwakilan Rakyat DaerahDPRDIsu PolitikPakar politik pemilupartai gerindraPartai GolkarPDI PerjuanganPemilihan Kepala DaerahPEMILUPILKADAPilkada lewat DPRDpilkada oleh DPRDPilkada via DRPDPOLITIKTunjung SulaksonoUMYUniversitas Muhammadiyah YogyakartaWacana politik
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Petugas sedang bersiap mendistribusikan logistik PSU Pilkada Kabupaten Serang beberapa waktu lalu. (Dok. Antara)

Integritas dan Ketegasan Kriteria Pemimpin Ideal Pilihan Publik

byTriyadi Isworoand1 others
12/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Lembaga Survei KedaiKOPI merilis laporan riset kualitatif bertajuk "Eksplorasi Kriteria Pemimpin Ideal Nasional", Minggu, 11 Januari...

Pandji Pragiwaksono saat menggelar konferensi pers di Jakarta beberapa waktu lalu. (Foto: Antara)

Polda Metro Periksa Pelapor Materi Stand Up Comedy Pandji

byNur
12/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Polda Metro Jaya mulai menindaklanjuti laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea....

Inara rusli

Polemik Nikah Tanpa Wali: Inara Rusli Klaim Sah, Ustaz Khalid Basalamah Beri Teguran Keras

byNana Hasan
12/01/2026

Jakarta (Lampost.co) - Dunia hiburan tanah air sedang heboh dengan pernyataan terbaru dari Inara Rusli terkait aturan pernikahan. Inara mengklaim...

Berita Terbaru

cara membuat link zoom
Teknologi

Cara Membuat Link Zoom Meeting di Handphone dengan Mudah

byDenny ZY
12/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Di era digital seperti sekarang, meeting online sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, baik untuk pekerjaan,...

Read moreDetails
Petugas sedang bersiap mendistribusikan logistik PSU Pilkada Kabupaten Serang beberapa waktu lalu. (Dok. Antara)

Integritas dan Ketegasan Kriteria Pemimpin Ideal Pilihan Publik

12/01/2026
Pandji Pragiwaksono saat menggelar konferensi pers di Jakarta beberapa waktu lalu. (Foto: Antara)

Polda Metro Periksa Pelapor Materi Stand Up Comedy Pandji

12/01/2026
wagub

Wagub Jihan Nurlela Ajak Warga Kenali Gejala DBD

12/01/2026
Inara rusli

Polemik Nikah Tanpa Wali: Inara Rusli Klaim Sah, Ustaz Khalid Basalamah Beri Teguran Keras

12/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.