• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 28/03/2026 07:10
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Lampung

Alokasi Dana TKD Diproyeksi Menyusut di 2026, Pemda Diminta Siapkan Strategi Efisiensi

Salah satu pos yang mengalami koreksi signifikan adalah Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik.

Ricky MarlyAtikabyRicky MarlyandAtika
28/10/25 - 21:02
in Lampung
A A
Alokasi Dana TKD Diproyeksi Menyusut di 2026, Pemda Diminta Siapkan Strategi Efisiensi

(dok. pixabay.com)

ADVERTISEMENT
Bandar Lampung (Lampost.co) — Provinsi Lampung berpotensi mengalami pengurangan dana Transfer ke Daerah (TKD) pada tahun anggaran 2026 mendatang.
Proyeksi awal dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan menunjukkan penurunan sekitar 15,67 persen dari pada alokasi di tahun berjalan.
Informasi tersebut menjadi gambaran awal bagi pemerintah daerah (Pemda) untuk mulai menyusun perencanaan anggaran tahun depan. Meski demikian, data ini belum bersifat final.
Baca Juga:

Pembangunan Tetap Berjalan Meski Ada Pemangkasan Dana TKD

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Lampung, Purwadhi Adhiputranto, menjelaskan bahwa angka tersebut masih akan melalui proses penyesuaian seiring pembahasan APBN yang terus berjalan.
“Ini masih sebatas indikasi awal yang diberikan Dirjen Perimbangan Keuangan. Pemerintah daerah dapat menjadikannya acuan sementara dalam menyusun anggaran 2026, dengan prediksi efisiensi sekitar 15 persen dari tahun ini,” ujar Purwadhi.
Ia menyebutkan, kepastian alokasi anggaran baru bisa terlihat setelah Undang-Undang APBN disahkan pada Agustus. Serta rincian APBN melalui Perpres dipublikasikan sekitar bulan November mendatang.
Salah satu pos yang mengalami koreksi signifikan adalah Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik. Namun, Purwadhi menekankan bahwa pemerintah daerah tidak seharusnya hanya berfokus pada angka penurunan di TKD.
“Penurunan DAK fisik cukup terasa, tetapi perlu dipahami bahwa perhitungan dukungan fiskal pemerintah pusat sekarang dilakukan secara menyeluruh. Walaupun TKD turun, program belanja pusat yang masuk daerah diproyeksikan mampu mengimbangi sehingga pelayanan publik tetap terjaga,” jelasnya.

Tiap Daerah Berbeda 

Berdasarkan data yang diterima DJPb Lampung, setiap daerah akan merasakan dampak penyesuaian TKD secara berbeda.
Kota Metro menjadi wilayah dengan koreksi terbesar, yakni mencapai -24,96 persen. Sementara Kabupaten Lampung Utara tercatat mengalami penurunan paling ringan sekitar -7,13 persen.
Rincian indikatif untuk Lampung antara lain Dana Alokasi Umum (DAU) yang semula Rp13,9 triliun pada 2025 menurun menjadi Rp12,1 triliun pada 2026.
Selain itu, dana bagi hasil (DBH) dari Rp739 miliar turun menjadi Rp268 miliar. DAK fisik pun ikut terkoreksi dari Rp542 miliar menjadi Rp199 miliar.
Purwadhi mengimbau pemerintah daerah segera menyiapkan langkah antisipatif, terutama pada sektor prioritas agar pelayanan masyarakat tidak terganggu.
“Kuncinya menjaga efektivitas belanja. Meski ada penyesuaian, manfaat bagi masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama,” tutupnya.
Tags: APBNDAKdana alokasi khususDana Alokasi Umumdana bagi hasildana TKDDana Transfer ke DaerahDAUDBHLAMPUNGPemdaPemerintah Daerah
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Ini Tujuh Rekomendasi Pantai dengan Harga Tiket Terjangkau di Kalianda

Ini Tujuh Rekomendasi Pantai dengan Harga Tiket Terjangkau di Kalianda

byRicky Marly
27/03/2026

Kalianda (Lampost.co) -- Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, dikenal sebagai salah satu kawasan wisata pantai di Provinsi Lampung. Wilayah ini memiliki...

Arus Balik Lebaran, Volume Penumpang ke Pulau Jawa Meningkat Tajam

Polda Lampung Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi 28–29 Maret

byNur
27/03/2026

Bakauheni (Lampost.co)--- Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi pada akhir pekan, yakni Sabtu dan...

H+7 Lebaran, Harga Komoditas Cabai di Pasar Jatimulyo Turun

H+7 Lebaran, Harga Komoditas Cabai di Pasar Jatimulyo Turun

byRicky Marly
27/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga bahan pangan di sejumlah pasar tradisional mulai menunjukkan tren penurunan memasuki hari ketujuh (H+7) Hari Raya...

Berita Terbaru

Gelandang Timnas Italia Sandro Tonali (kiri)
Bola

Sandro Tonali Gemilang, Italia Bungkam Irlandia Utara 2-0 dan Melaju ke Final Play-off

byIsnovan Djamaludin
27/03/2026

Bergamo (Lampost.co)—Tim Nasional Italia menjaga asa untuk tampil di putaran final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Irlandia Utara dengan skor...

Read moreDetails
Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe (kanan)

Les Bleus Bungkam Selecao 2-1 meski Main 10 Orang

27/03/2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jakarta, Jumat (27/3/2026) (ANTARA/Bayu Saputra)

WFH Jadi Strategi Baru Pemerintah Tekan Dampak Krisis Energi Global

27/03/2026
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Menkeu: WFH Tak Ganggu Produktivitas, Justru Hemat BBM

27/03/2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Pemerintah Finalisasi Kebijakan WFH, Berlaku Usai Lebaran untuk Hemat Energi

27/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.