Pesisir Barat (Lampost.co) — Seorang anak kelas 2 MIN Bumi Waras, Kecamatan Way Krui, Pesisir Barat, berinisial AG (8) mengalami pembulian verbal dan fisik oleh teman sekolahnya.
Atas pembulian tersebut membuat korban mengalami luka di kelopak mata, kaki, dan lengan, Jumat, 13 Maret 2026.
Orang tua korban, Yusriadi, merasa kecewa kepada pihak sekolah yang kurang respons atas pembulian yang terjadi kepada anaknya.
Yusriadi menceritakan, awal mula kejadiannya di lingkungan sekolah. Saat itu teman-temannya berjumlah enam orang mengajak main lari-larian.
“Anak saya lagi puasa enggak mau dia diajak lari-larian. Di situ mereka sudah mengintimidasi,” katanya.
Singkat cerita setelah pulang sekolah, korban AG dijegat oleh teman sekolah yang mengintimidasi tadi. Salah satu pelaku mendorong korban hingga terjadi pembulian.
“Dikeroyok lima orang, satunya hanya ngintimidasi saja,” ujarnya.
Anaknya AG sempat melakukan perlawanan, namun korban kalah jumlah sehingga tersungkur ke tanah. Satu orang berinisial TZ menggunakan kayu, RFA menggunakan batu, dan DT juga menggunakan batu.
“Memar di kelopak mata, luka di kaki dan lengan tangan kanan,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, atas perbuatan itu pihak keluarga membuat visum ke rumah sakit terdekat.
Serta meminta agar pihak kepolisian dan pihak sekolah segera menindaklanjuti pembulian terhadap anaknya ini.








