Sukadana (lampost.co)–Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) mengintensifkan mitigasi konflik antara gajah liar dan manusia melalui strategi terpadu. Pendekatan ini menggabungkan penguatan infrastruktur fisik dengan pemulihan ekologis habitat satwa secara berkelanjutan.
Kepala Balai TNWK, Zaidi, menegaskan bahwa penanganan interaksi negatif satwa dan manusia tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Hingga kini, berbagai langkah taktis telah dijalankan untuk menjaga stabilitas di wilayah penyangga.
“Kami telah melaksanakan patroli intensif, pemasangan GPS Collar untuk memantau pergerakan kelompok gajah, hingga pelibatan gajah jinak untuk menggiring satwa liar kembali ke habitatnya,” ujar Zaidi, Rabu, 21 Januari 2026.
Zaidi memaparkan bahwa pembangunan struktur pembatas (barrier) menjadi prioritas untuk mencegah satwa keluar kawasan. Berikut adalah rincian rencana penguatan infrastruktur pengamanan TNWK:
-
Tanggul dan Kanal 11 KM: Fokus di wilayah perbatasan Kecamatan Way Jepara.
-
Pagar Pengaman 18 KM: Membentang dari wilayah Muara Jaya hingga Margahayu.
-
Tembok Penahan Tanah (TPT) 21 KM: Dibangun pada titik rawan lintasan gajah dari batas Utara hingga Selatan.
-
Pembatas Permanen Sungai 60 KM: Optimalisasi batas alam di Way Pegadungan, Way Seputih, dan Sungai Kuala Penet.
“Infrastruktur ini berfungsi vital agar pergerakan gajah tetap terkonsentrasi di dalam kawasan konservasi dan meminimalisir potensi masuk ke lahan pertanian warga,” tegas Zaidi.
Pemulihan Ekosistem
Di sisi lain, Balai TNWK menyadari bahwa pembatasan fisik harus diimbangi dengan perbaikan kualitas habitat. Sepanjang tahun 2021 hingga 2024, Balai TNWK telah memulihkan ekosistem seluas 1.286,84 hektare.
Pemulihan ini mencakup reforestasi vegetasi daratan, mangrove, serta pengayaan tanaman pakan khusus gajah dan badak. Menurut Zaidi, jika kebutuhan pakan dan ruang jelajah di dalam hutan terpenuhi, maka dorongan satwa untuk keluar menuju area pemukiman akan berkurang secara alami.
“Konservasi gajah adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi multipihak dan pendekatan berbasis sains, kami optimis keberlanjutan ekosistem Way Kambas dapat terus terjaga,” pungkasnya.








