Bandar Lampung (lampost.co)–Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung merilis data kumulatif kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang 2025 dengan total mencapai 417 penderita. Meskipun angka kunjungan pasien cukup fluktuatif, penanganan medis berhasil. Sehingga tidak ada satu pun kasus kematian yang tercatat (zero fatality rate).
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengungkapkan bahwa tren infeksi menunjukkan lonjakan signifikan pada awal tahun. Januari menjadi periode paling rawan dengan temuan 58 kasus. Kemudian, Februari dengan 57 kasus. Namun, berkat kesigapan layanan kesehatan dan respons cepat petugas di lapangan, seluruh pasien berhasil tertangani dengan baik hingga pulih.
“Setelah melewati masa puncak di kuartal pertama, tren penularan DBD di Bandar Lampung menunjukkan penurunan bertahap,” kata Muhtadi, baru-baru ini. Puncak awal tahun pada Januari (58 kasus) dan Februari (57 kasus).
Fase menengah pada Maret hingga Mei mencatatkan angka di kisaran 40-an kasus. Tren menurun konsisten terjadi mulai Juni, hingga mencapai titik terendah pada Desember dengan 9 laporan kasus.
Siklus Musim Hujan
Memasuki awal 2026, Muhtadi kembali mengingatkan warga untuk tidak lengah. Tingginya curah hujan di awal tahun secara historis berbanding lurus dengan peningkatan populasi nyamuk pembawa virus.
Warga wajib menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta konsisten melakukan gerakan 3M guna menekan potensi ledakan kasus baru. (ANT)








