Bandar Lampung (Lampost.co)– Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung, Ary Meizary menilai penanganan banjir yang terjadi di Kota Bandar Lampung harus bisa pemerintah selesaikan secara komprehensif.
Hal tersebut Ary Meizary sampaikan dalam diskusi Focus Group Discussion tentang “Roadmap penanganan banjir Bandar Lampung: Solusi Infrastruktur, Lingkungan, dan Kebijakan yang berlangsung di Darmajaya, Selasa, 28 April 2026.
Baca juga: Atasi Persoalan Banjir Bandar Lampung Harus Ada Solusi Multidisiplin Berbasis Data
Dalam FGD ini menghadirkan narasumber antara lain Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Kepala BBWS Mesuji-Sekampung Elroy Koyari, dan Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri.
Wali Kota Eva Dwiana mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan dukungan dari pihak terkait dalam penanganan banjir Kota Bandar Lampung.
“Karena memang kalau kita kerja sendiri tidak bisa jalan. Harus ada dukungan dari semua pihak. Jangan hanya kami yang disalahkan, karena memang kami juga sedang cari jalan keluarnya,” katanya.
Sementara itu, Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri mengatakan Kota Bandar Lampung membutuhkan salah satu pengadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Hal tersebut jadi satu solusi yang baik untuk merubah dan menurunkan banjir.
“Pemkot Bandar Lampung kami rasa harus tegas dan konsisten dalam melakukan pengawasan. Misal, adanya aktivitas tambang di kota ini harus mendapat perhatian,” jelas dia.
Kemudian Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari menjelaskan bahwa dalam sistem irigasi di Lampung terdapat bagian atau jatah penanganan baik kementerian atau pemerintah daerah.
“Misal untuk aliran irigasi itu memang tugas kami. Tapi ada juga bagian yang menjadi bagian pemerintah kabupaten/kota yang mengerjakan. Sehingga kolaborasi di situlah yang sangat perlu,” kata dia.
Adapun keterlibatan pihak akademis antara lain, Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Institut Teknologi Sumatera (Itera), Universitas Lampung (Unila), dan Universitas Bandar Lampung (UBL) adalah bentuk nyata respons perguruan tinggi terhadap masalah sosial.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update