Bandar Lampung (Lampost.co)— Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bandar Lampung mencatat realisasi investasi di Kota Tapis Berseri pada triwulan I 2024, mencapai Rp Rp 572 miliar.
Capaian tersebut baru 17,63 persen dari target investasi yang di tetapkan oleh Lampung sebesar Rp 3,2 triliun di 2024.
“Dari target yang diberikan Rp3,2 triliun itu sampai dengan triwulan I 2024 baru Rp 572 miliar. Artinya masih jauh dari target,” kata Kepala DPMPTSP Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, Kamis, 11 Juli 2024.
DPMPTSP Raih Penghargaan sebagai Penyelenggara Perizinan Medis dan Kesehatan Terbaik
Muhtadi mengklaim, realisasi investasi terbagi menjadi dua, yakni penanaman modal asing (PMA) berjumlah Rp 245 miliar. Sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 327 miliar.
“Untuk penyumbang terbesar yaitu di sektor sekunder sebanyak Rp 309 miliar triliun. Ini baik PMDN maupun PMA,” terangnya.
Perlu di ketahui sektor sekunder yakni sektor yang bergerak di bidang industri makanan. Tekstil, percetakan, mineral logam, industri kedokteran, dan industri kendaraan bermotor.
Selanjutnya, sektor terbesar kedua ada pada tersier dengan nilai investasinya sebesar Rp 130 miliar pada triwulan I 2024.
“Kemudian untuk sektor primer realisasi investasinya sebesar Rp 1,38 miliar baik PMA maupun PMDN,” terang Muhtadi.
Meski baru menyentuh angka 17,63 persen target investasi PMDN dan PMA di Bandar Lampung, Muhtadi optimis bisa mencapai 100 persen di akhir tahun.
“Karena ini data baru triwulan I 2024, nanti data selanjutnya pasti meningkat,” pungkasnya.








