Bandar Lampung (lampost.co)–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung memastikan satuan tugas (satgas) gabungan terus bekerja cepat menangani dampak hujan lebat yang melanda sejumlah wilayah pada Selasa, 10 Maret 2026. Selain genangan air, cuaca ekstrem tersebut juga memicu terjadinya tanah longsor di kawasan Bringin Jaya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, menjelaskan bahwa penanganan di lapangan melibatkan kolaborasi dari berbagai instansi, antara lain BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran. Kemudian, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Satpol PP, hingga aparat kecamatan dan kelurahan.
Petugas bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan material sampah dan lumpur yang menyumbat saluran drainase serta badan jalan. Material tersebut diangkut menggunakan kendaraan operasional untuk memastikan aliran air kembali lancar dan mencegah genangan susulan.
Beberapa titik prioritas pembersihan meliputi:
-
Jalan Arif Rahman Hakim (Gang H. Syahri, Jagabaya 3, Way Halim).
-
Jalan Ridwan Rais (Kalibalau Kencana, Kedamaian).
-
Jalan Dahlia (Labuhan Ratu).
“Upaya ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan respons tanggap darurat terhadap cuaca ekstrem guna meminimalkan dampak bagi masyarakat,” ujar Idham Basyar, Rabu, 11 Maret 2026.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi. Kesadaran untuk tidak membuang sampah ke saluran air menjadi kunci utama dalam mencegah penyumbatan drainase yang memicu banjir perkotaan.
Sinergi antara langkah cepat pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi lingkungan sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal dalam waktu singkat. (ANT)








