Bandar Lampung (Lampost.co) — Mulai Oktober 2024 mendatang, di Lampung mulai melakukan uji coba pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite menggunakan QR Code melalui aplikasi My Pertamina.
Kabid Energi pada Dinas Emergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Sopian Atiek, mengatakan uji coba berlangsung selama dua bulan yakni Oktober hingga November.
“Jadi per 1 Oktober 2024 ini kita mulai uji coba penggunaan barcode QR di aplikasi My Pertamina untuk BBM jenis pertalite. Pelaksanaan berlangsung pada Oktober hingga November,” kata Sopian, Jumat, 27 September 2024.
Ia mengatakan usai percobaan tersebut langsung di implementasikan 1 Desember 2024. Sehingga nantinya semua masyarakat yang ingin membeli BBM jenis pertalite wajib menggunakan QR Code.
“Penetapan barcodenya mulai 1 Desember , dan tidak bisa beli kalau tidak ada barcode. Kami berpatokan pada Perpres 191 tahun 2014. Jadi kita masih berpatokan pada peraturan yang berlaku,” jelasnya.
Sopian mengatakan uji coba pembelian Pertalite menggunakan CR Code tersebut berlangsung serentak di 200 SPBU yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Lampung.
“Uji coba akan berjalan ke semua SPBU di Lampung yang jumlahnya sekitar 200. Kami juga mendata berapa jumlah konsumen pertalite, dan berapa kebutuhnya,” jelasnya.
Ia mengatakan bagi masyarakat yang belum memiliki barcode tidak perlu khawatir dan tetap akan petugas layani saat melakukan pembelian. Namun masyarakat harapannya dapat melakukan pendaftaran sejak jauh-jauh hari.
“Jadi bagi yang tidak punya barcode masih boleh beli. Tapi bagi yang belum punya barkode kami minta untuk mendaftar di aplikasi My Pertamina agar mendapat barkode setelah melakukan verifikasi,”pungkasnya.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mewujudkan subsidi tepat dengan terus memperluas pendataan QR Code Pertalite. Perluasan itu khususnya berada di tiga wilayah Sumbagsel, yaitu Lampung, Sumatra Selatan, dan Jambi.
Sementara, Bangka Belitung dan Bengkulu sudah terlebih dulu menerapkan subsidi tepat bersamaan dengan awal penerapan untuk solar.








