Bandar Lampung (Lampost.co)—- Perawatan wajah menggunakan air cucian beras bukanlah hal baru. Praktik ini telah lama terkenal dalam tradisi kecantikan masyarakat Asia.
Serta mewariskan secara turun-temurun sebagai cara alami untuk menjaga kesehatan dan kecerahan kulit. Seiring meningkatnya minat terhadap produk skincare berbahan alami, air beras kembali mendapat perhatian luas.
Air cucian beras yakin memiliki beragam manfaat bagi kulit karena mengandung sejumlah senyawa aktif. Dokter spesialis kulit dan kelamin, I Gusti Nyoman Darmaputra, menjelaskan bahwa air beras mengandung inositol. Vitamin B, vitamin E, serta berbagai antioksidan yang berpotensi mendukung kesehatan kulit.
Baca juga: Ini 6 Manfaat Es Batu untuk Kesehatan Wajah dan Cara Menggunakannya
“Kandungan tersebut berperan dalam regenerasi sel kulit, menjaga fungsi skin barrier, mempertahankan kelembapan, serta membantu memperlambat tanda-tanda penuaan,” ujar Darma.
Anti Oksidan
Menurutnya, antioksidan memiliki peran penting dalam melindungi kulit dari paparan radikal bebas yang dapat mempercepat proses penuaan.
Sementara itu, efek cerah yang kerap mengkaitkan dengan air beras berasal dari kandungan niasin. Serta senyawa antioksidan lain yang mendukung proses pergantian sel kulit.
Namun, Darma menekankan bahwa manfaat air cucian beras tidak selalu bersifat pasti atau seragam.
“Konsentrasi zat aktif dan antioksidan di dalam air cucian beras tidak selalu bisa mengukur secara konsisten,” katanya.
Hal ini membuat hasil yang terrasakan dapat berbeda pada setiap orang. Tergantung kondisi kulit, cara penggunaan, serta kebersihan bahan.
Ragam Manfaat Air Cucian Beras untuk Kulit
Penggunaan air cucian beras dalam perawatan wajah kerap mengkaitkan dengan sejumlah manfaat berikut:
1. Membantu mencerahkan kulit
Air beras banyak dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam produk kecantikan modern. Ini menunjukkan potensi air beras dalam membantu tampilan kulit yang lebih cerah, meski efektivitasnya masih memerlukan penelitian ilmiah lanjutan.
2. Meredakan iritasi ringan
Mengutip Healthline, air cucian beras dapat membantu memulihkan kelembapan kulit yang terganggu. Akibat paparan bahan kimia seperti sodium lauryl sulfate (SLS), yang sering kita temukan dalam sabun dan pembersih wajah.
3. Menjaga kelembapan kulit
Air cucian beras kerap digunakan sebagai toner alami karena di nilai mampu menyeimbangkan pH kulit. Sekaligus memberikan hidrasi tanpa meninggalkan rasa lengket atau berminyak.
4. Membantu memperlambat penuaan dini
Kulit yang terhidrasi dan terlindungi dari radikal bebas cenderung lebih tahan terhadap munculnya garis halus dan keriput. Kandungan antioksidan dalam air beras di percaya berkontribusi menjaga kulit tetap segar dan elastis.
Tips Aman Menggunakan Air Cucian Beras
Meski tergolong alami, penggunaan air cucian beras tidak boleh melakukan sembarangan. Faktor kebersihan menjadi kunci utama untuk mencegah risiko iritasi atau infeksi kulit.
“Air cucian pertama biasanya masih mengandung kotoran dari proses pengolahan beras. Cucian kedua atau ketiga relatif lebih bersih dan masih mengandung pati serta nutrisi,” jelas Darma.
Karena itu, disarankan menggunakan air cucian beras kedua atau ketiga. Air tersebut sebaiknya menyimpan dalam wadah tertutup dan meletakkan di dalam lemari pendingin dengan masa simpan maksimal satu hingga dua hari.
Apabila air beras sudah berbau asam atau menunjukkan tanda fermentasi berlebihan, penggunaannya sebaiknya berhentikan. Selain itu, metode ini tidak selalu cocok untuk semua jenis kulit. Pemilik kulit sensitif di sarankan melakukan uji coba terlebih dahulu atau berkonsultasi dengan dokter kulit.
Cuci muka dengan air beras dapat menjadi alternatif perawatan alami yang menarik, selama melakukan secara higienis, bijak, dan menyesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.








