Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat mendukung upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Living Landscapes Indonesia menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Universitas Lampung (Unila) dalam penguatan konservasi lingkungan. Riset biodiversitas, hingga pengembangan model pembiayaan konservasi berbasis hasil di kawasan Taman Nasional Way Kambas.
Diskusi intensif tersebut berlangsung di ruang kerja Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi (PKSI) Rektorat lantai dua Unila.
Pertemuan itu yang hadir adalah Direktur Living Landscappes Indonesia Madina Rain Firdaus bersama sejumlah ahli biologi, termasuk Prof. Beth Kaplin.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat mendukung upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Khususnya di kawasan konservasi Way Kambas yang memiliki kekayaan biodiversitas tinggi.
Wakil Rektor Bidang PKSI Unila, Prof. Ayi Ahadiat, menyampaikan apresiasi atas inisiatif penjajakan kerja sama tersebut.
Menurutnya, langkah ini menjadi awal yang positif dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga konservasi.
Ia menilai visi yang diusung Living Landscapes Indonesia sejalan dengan komitmen jangka panjang Unila dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan tata kelola lingkungan yang baik.
“Visi progresif yang Living Landscapes Indonesia bawa sangat sejalan dengan implementasi tridharma Unila,” ujarnya.
Ayi menjelaskan, kerja sama tersebut relevan dengan pengembangan riset inovatif serta program pengabdian kepada masyarakat. Yakni yang berorientasi pada keseimbangan ekologis dan sosial.
Ia berharap penjajakan ini dapat menjadi pintu masuk bagi kemitraan strategis yang berkelanjutan. Sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung konservasi lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati di Lampung.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update