Bandar Lampung (lampost.co)–Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Kesehatan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk memperketat kewaspadaan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) seiring datangnya musim penghujan. “Langkah paling krusial adalah memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Caranya dengan konsisten menerapkan gerakan 3M di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Menguras, menutup, dan mengubur barang bekas,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, baru-baru ini.
Ia menegaskan bahwa kemandirian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah kunci utama pencegahan. Pihaknya kini tengah masif melakukan edukasi dengan menerjunkan kader posyandu serta perangkat kelurahan guna memastikan setiap rumah memahami pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri dan berkelanjutan.
Langkah Preventif
Selain edukasi, Dinkes Bandar Lampung tetap menjalankan prosedur teknis seperti penyelidikan epidemiologi. Hal itu dari setiap laporan kasus yang masuk untuk memetakan risiko sebaran.
Kemudian, pengasapan atau fogging. Pelaksanaannya secara selektif di lokasi yang terdeteksi ada kasus positif guna mencegah penularan lebih luas.
Berdasarkan data sepanjang 2025, tercatat sebanyak 417 warga Bandar Lampung terjangkit DBD. Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa (nol kasus kematian).
Rincian kasus sebagai berikut:
-
Januari: 58 kasus (Puncak tertinggi)
-
Februari: 57 kasus
-
Maret – Mei: Rata-rata 40–49 kasus
-
Desember: 9 kasus (Titik terendah)
Tren kasus tertinggi terjadi pada awal tahun. (ANT)








