Bandar Lampung (Lampost.co) – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung terus menggencarkan program keluarga berencana demi mewujudkan Indonesia Maju.
Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih, menjelaskan hal itu dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 yang puncaknya digelar pada Jumat, 25 Juli 2025.
“Kami dari BKKBN Provinsi Lampung melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Keluarga Nasional,” ujar Soetriningsih, Jumat, 25 Juli 2025.
Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung selama sebulan penuh, meliputi wisuda lansia, forum Generasi Berencana (Genre), dan pemberian penghargaan kepada mitra kerja Program Bangga Kencana. “Puncak peringatan hari ini kami gelar dengan mengundang para mitra. Mengusung tema Dari Keluarga untuk Indonesia Maju, kami berharap dapat memberikan dampak positif terhadap seluruh program yang dijalankan,” katanya.
Menurut Soetriningsih, BKKBN telah menjalankan sejumlah program pembinaan yang menyasar anak balita hingga remaja. Salah satunya adalah program Genre yang menyasar anak usia sekolah dan mahasiswa.
“Khusus untuk program Genre, alhamdulillah banyak peminatnya. Kami bahkan memilih duta Genre untuk mengenalkan pentingnya menghindari pergaulan bebas,” jelasnya.
Selain itu, BKKBN Lampung juga mengembangkan program Sekolah Lansia bagi warga berusia di atas 60 tahun. Dalam program ini, peserta mengikuti pertemuan rutin selama 1–2 jam dalam 12 kali pertemuan.
Setelah menyelesaikan program, peserta akan mengikuti wisuda lansia. “Para lansia sering kali merasa kesepian, jadi kami fasilitasi mereka agar tetap aktif dan bahagia,” tambahnya.
Program Sekolah Lansia ini tersebar di berbagai wilayah, bersama penyuluh keluarga berencana (PKB) di tiap kelurahan dan desa.
Meski berbagai program berjalan baik, BKKBN tetap menghadapi tantangan. Salah satunya adalah masih tingginya angka pernikahan dini di sejumlah daerah di Lampung.
“Kami terus melakukan edukasi masif dan memberikan pemahaman kepada remaja agar terhindar dari pernikahan usia dini,” ujarnya.
Capaian KB
Ia juga menyebutkan bahwa capaian peserta KB dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) masih perlu peningkatan. “Yang perlu kami perkuat adalah komunikasi dan konsolidasi antar lini agar target pelayanan KB jangka panjang tercapai secara optimal,” pungkas Soetriningsih.