Bandar Lampung (Lampost.co) — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung menggencarkan program Kelas Migran Vokasi untuk menyiapkan calon pekerja migran Indonesia (PMI) berkualitas dan profesional. Program ini menekankan penguasaan bahasa asing, keterampilan teknis, dan perlindungan pekerja migran, khususnya untuk penempatan di Jepang.
Poin Penting:
-
BP3MI Lampung jalankan Kelas Migran Vokasi untuk calon PMI.
-
Fokus pada bahasa asing, keterampilan teknis, perlindungan hukum.
-
Penempatan kerja legal dan perlindungan pekerja migran terjamin.
Kepala BP3MI Lampung, Ahmad Fauzi, menjelaskan kesiapan calon PMI tidak hanya dari niat kerja, tetapi juga kemampuan bahasa internasional, keterampilan teknis, serta pemahaman hukum dan perlindungan diri.
“Melalui Kelas Migran Vokasi, calon PMI mendapatkan bekal keterampilan, bahasa, dan pemahaman hukum agar bekerja legal, aman, dan memberi manfaat bagi daerah asal,” kata Fauzi, Jumat, 17 Oktober 2025.
Baca juga: BP3MI Lampung Bentuk Desa Binaan untuk Cegah TPPO Sejak Dini
Bahasa, Keterampilan, dan Budaya Kerja Global
Program tersebut menjadi pilot project nasional, menyasar siswa SMA dan SMK di Lampung agar mampu menghadapi tantangan kerja internasional. Materi mencakup penguasaan bahasa asing sesuai standar internasional, etos kerja global, literasi keuangan, serta perlindungan hukum bagi PMI.
“Target kami, lulusan Kelas Migran Vokasi Lampung bisa menjadi tenaga kerja profesional dan terlindungi di negara tujuan,” kata Fauzi.
Program tersebut juga sekaligus mendukung penurunan risiko hukum dan meningkatkan reputasi PMI Lampung di mata dunia.
Publikasi dan Edukasi lewat Podcast
Selain pelatihan, BP3MI Lampung aktif mengedukasi publik melalui podcast interaktif. Platform tersebut membahas program pemerintah dalam peningkatan kompetensi pekerja migran, mendorong minat calon PMI mengikuti Kelas Migran Vokasi.
“Podcast dan kegiatan edukatif membantu memperluas jangkauan informasi agar lebih banyak calon PMI terampil dan siap kerja,” kata Fauzi.
Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran
BP3MI Lampung tidak hanya fokus pada pelatihan vokasi, tetapi juga memperkuat penempatan kerja legal di luar negeri melalui kerja sama dengan perusahaan dan Pemerintah Jepang. Program ini memastikan pekerja migran Lampung terlindungi, kompeten, dan siap menghadapi tantangan kerja internasional.
Fauzi juga menegaskan kombinasi pelatihan kerja, sertifikasi keterampilan, dan penguasaan bahasa asing menjadi kunci keberhasilan calon PMI. “Dengan bekal yang tepat, pekerja migran Lampung bisa menjadi duta bangsa yang membanggakan,” ujarnya.








