Kalianda (Lampost.co): Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung menargetkan penyerapan jagung lokal mencapai 120.000 ton sepanjang 2026 guna menjaga ketersediaan dan stabilitas stok pangan di daerah.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, menyampaikan target tersebut saat audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di ruang kerja Sekretaris Daerah, Kantor Bupati setempat.
“Ke depan, Bulog menargetkan penyerapan jagung mencapai 120.000 ton. Adapun kontribusi utama dari Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Selatan,” ujar Rindo Safutra di Kalianda, Kamis, 2 April 2026.
Ia menjelaskan, tren penyerapan jagung di Lampung menunjukkan peningkatan positif. Dari total 2.700 ton jagung yang terserap sepanjang 2026, sekitar 1.000 ton berasal dari Kabupaten Lampung Selatan.
“Kami berharap kerja sama semua pihak dapat meningkatkan penyerapan jagung sehingga hasil petani bisa terserap secara maksimal,” katanya.
Selain jagung, Bulog juga mengoptimalkan penyerapan gabah petani selama musim panen raya. Hingga 1 April 2026, Bulog mencatat serapan gabah di Lampung Selatan mencapai 80.000 ton atau setara 41.000 ton beras.
“Serapan masih terus berjalan dan kami memanfaatkan momentum panen raya ini untuk memenuhi target,” ujar dia.
Rindo memastikan ketersediaan beras di wilayah Lampung dalam kondisi aman seiring tingginya capaian serapan gabah selama musim panen.
Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani, menilai kebutuhan jagung di daerah masih cukup tinggi meski stok beras relatif mencukupi.
“Saya menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga di tingkat petani agar produksi yang melimpah tidak merugikan mereka,” kata Tri Umaryani. (ANT)








