• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 16/01/2026 02:18
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Humaniora

Delva Sempat Putus Sekolah karena Keterbatasan Ekonomi

Isnovan DjamaludinSalda AndalabyIsnovan DjamaludinandSalda Andala
01/10/24 - 20:16
in Humaniora, Lampung
A A
Delva

Delva bersama sang ibu di rumah mereka yang berukuran 3 × 5 meter di Desa Way Mangku, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat. Foto: Lampost.co/Salda Andala

Liwa (Lampost.co)—Siang itu Delva (16), warga Desa Way Mangku, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat, hanya bisa merenung karena sebelumnya sempat terpaksa putus sekolah, Selasa (1/10/2024).

Dengan mata berkaca-kaca ia harus menelan pil pahit, karena kedua orang tuanya tidak mampu lagi membiayai sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

Delva duduk bersama orang tuanya di rumah gubuk yang berukuran tiga kali enam meter itu, menceritakan keinginan kuatnya melanjutkan sekolah.

Tapi apalah daya kedua orang tuanya yang hanya pekerja kasar tidak mampu lagi membiayainya. Jangankan biaya sekolah, makan sehari-hari pun hanya cukup untuk bertahan hidup.

Delva dan kedua orang tuanya tinggal di sebuah gubuk yang berdinding anyaman bambu dan tripleks serta atap seng yang sudah reyot.

Ketika hujan turun pun rumah mereka masih tetap kemasukan air hujan. Tidak seperti warga pada umumnya yang tinggal di rumah permanen bahkan bisa menikmati ponsel pintar mereka sembari sekolah.

Rumah mereka pun berada di sudut kampung. Keseharian Delva tanpa ponsel pintar dan hanya fokus membantu orang tuanya mencari sesuap nasi.

Bahkan, dia ikut bekerja harian memetik tomat dengan upah sehari mencapai Rp20 ribu. Orang tuanya hanya seorang kuli bangunan.

Berhenti Sebulan

Orang tua Delva, Yudi, mengatakan anaknya sempat berhenti sebulan setelah diterima di sebuah SMK yang ada di Liwa.

Delva berhenti lantaran melihat kedua orang tuanya yang tidak mampu lagi membiayai sekolah. Keputusan itu Delva lakukan karena melihat seorang penagih utang datang ke rumahnya.

“Ada orang nagih utang kepada kami, dia denger lah dari kamar. Dari situ dia nangis dan enggak mau lanjutin sekolahnya karena orang tuanya tidak mampu biayai sekolah hingga harus mengutang sana-sini,” katanya.

Ia tidak bisa memaksa kehendak anaknya itu dan juga tidak mampu lagi membiayai sekolah. Selain itu tidak ada bantuan dari pemerintah agar Delva bisa tetap sekolah.

“Enggak ada bantuan dari pemerintah agar anak saya bisa tetap sekolah, sudah sebulan dia enggak sekolah,” katanya.

Beberapa hari yang lalu, Allah mengijabah doanya dan ada orang baik yang ingin membiayai Delva melanjutkan sekolah.

“Alhamdulillah doa saya ini Allah ijabah. Ada orang baik yang kasihan lihat keadaan kami. Pak Dandim Lampung Barat Letkol Rinto Wijaya,” katanya.

Namun, ia berharap pemerintah tetap memperhatikan anak-anak yang putus sekolah di Lampung Barat.

Sementara itu, Delva mengaku ingin sekali bersekolah hingga perguruan tinggi. Ia ingin membuat bangga orang tuanya dan kelak bisa membantu membuat rumah yang lebih layak.

“Saya ingin sekolah dan bisa bantu orang tua lebih dari cukup,” katanya.

Tags: anak putus sekolahKecamatan Balikbukitketerbatasan ekonomiLAMPUNG BARATwarga Desa Way Mengaku
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Sedang hingga Lebat Selama Long Weekend

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Sedang hingga Lebat Selama Long Weekend

byAtikaand1 others
15/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mengeluarkan peringatan dini seperti potensi hujan atau cuaca selama...

Warga Antusias Sambut Long Weekend, Liburan Dalam Kota Jadi Pilihan

Warga Antusias Sambut Long Weekend, Liburan Dalam Kota Jadi Pilihan

byAtikaand1 others
15/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Momen long weekend peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang berlangsung selama tiga hari,...

Penjualan Tiket Kereta Api Libur Isra Mikraj Tembus 9.957 Unit

Penjualan Tiket Kereta Api Libur Isra Mikraj Tembus 9.957 Unit

byAtikaand1 others
15/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Libur panjang peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah menjadi momen bagi masyarakat untuk bepergian...

Berita Terbaru

Pelatih timnas Indonesia John Herdman
Bola

Pelatih Timnas John Herdman Antusias Tatap Piala ASEAN 2026

byIsnovan Djamaludinand1 others
16/01/2026

Jakarta (Lampost.co)—Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, antusias menatap Piala ASEAN 2026, yang akan berlangsung pada 24 Juli sampai 26 Agustus...

Read moreDetails
pengundian grup Piala ASEAN 2026

Indonesia Huni Grup A di Piala ASEAN 2026

16/01/2026
Gelandang Timnas Maroko Neil El Aynaoui

Maroko ke Final Piala Afrika 2025 Setelah Kalahkan Nigeria lewat Adu Penalti

16/01/2026
Stella Christie Sebut Ada Tambahan Anggaran Riset Rp4 Triliun

Stella Christie Sebut Ada Tambahan Anggaran Riset Rp4 Triliun

15/01/2026
Prabowo Tambah Dana Riset Jadi Rp12 Triliun

Prabowo Tambah Dana Riset Jadi Rp12 Triliun

15/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.