Bandar Lampung (Lampost.co): Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung melakukan pengawasan dan monitoring langsung terhadap proses pengisian Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) untuk Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) di seluruh sekolah. Langkah ini bertujuan mencegah kelalaian yang berpotensi merugikan peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan pihaknya memantau pengisian PDSS SNBP melalui menu monitoring pada laman resmi PDSS. Melalui pemantauan tersebut, pihaknya mengetahui progres pengisian SNBP di setiap sekolah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung juga akan memanggil dan menegur sekolah yang belum memulai pengisian, menunjukkan progres lambat, atau belum menyelesaikan finalisasi PDSS. Teguran resmi tersebut beserta arahan agar sekolah segera memperbaiki kinerjanya. Dengan langkah ini, pihaknya memastikan seluruh sekolah menjalankan tanggung jawab secara optimal.
“Prinsip kami lebih baik menegur sekolah sejak awal daripada mengorbankan siswa,” ujar Thomas, Kamis, 8 Januari 2026.
Thomas juga menyampaikan pihaknya memperbaiki pola koordinasi dengan sekolah. Pihaknya juga tidak lagi mengandalkan satu kali sosialisasi, tapi menerapkan pendampingan bertahap. Pendampingan tersebut meliputi bimbingan teknis khusus PDSS bagi kepala sekolah dan operator.
Selain itu, pihaknya membuka klinik PDSS atau helpdesk SNBP tingkat provinsi untuk memudahkan koordinasi ketika sekolah menghadapi kendala pengisian PDSS. Pihaknya juga membuka jalur koordinasi cepat dengan Help Desk SNPMB nasional saat sekolah menemui gangguan sistem.
“Kami menetapkan tenggat waktu finalisasi PDSS tiga hari lebih awal dari jadwal nasional,” tambahnya.
Penetapan jadwal lebih awal tersebut memberi ruang perbaikan bagi sekolah. Dengan kebijakan ini, sekolah tidak dapat menjadikan kepadatan server atau gangguan jaringan sebagai alasan atas kelalaian administrasi.
“Sekolah yang belum menyelesaikan finalisasi hingga tenggat internal akan menerima surat peringatan dan pendampingan langsung dari pengawas,” tutup Thomas.








