Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendapat dukungan penuh dari DPRD. Dukungan ini terkait rencana melanjutkan pembangunan kawasan hingga perluasan lahan Kota Baru di Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.
Proyek yang sempat terbengkalai selama belasan tahun itu kini kembali masuk agenda prioritas pembangunan daerah.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung, Yozi Rizal, menyambut positif langkah Pemprov yang menunjukkan keseriusan membangkitkan kembali kawasan tersebut.
Ia menilai, komitmen pemerintah tidak sekadar wacana. Hal ini karena telah tertuang secara resmi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Lampung 2025–2029.
“Segala sesuatu dimulai dari keinginan, sehingga akan ada target sasaran. Target inilah yang akan membimbing hati dan pikiran kita,” ujar Yozi.
Baca Juga:
Pemprov Lampung Siapkan Perluasan Kota Baru hingga 4.000 Hektare
Tujuan yang Jelas
Menurut politisi Partai Demokrat itu, masuknya pembangunan Kota Baru dalam RPJMD menjadi bukti bahwa pemerintah daerah memiliki arah dan tujuan yang jelas.
Ia pun menegaskan bahwa Komisi III DPRD akan mengawal penuh proses pembangunan agar berjalan sesuai rencana dan tidak kembali terhenti di tengah jalan.
“Kita sudah sepakat di RPJMD soal Kota Baru. Keinginan dan arah yang dituju sudah kita hargai. Bagaimana cara mencapainya kita serahkan kepada mereka. Komisi III akan mengawal ini,” tegasnya.
Yozi juga menyoroti pentingnya melanjutkan proyek tersebut mengingat sudah banyak aset yang terbangun di kawasan Kota Baru.
Jika kembali pemerintah biarkan terbengkalai, menurutnya, nilai aset tersebut justru akan terus menurun dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi daerah.
“Kalau dibiarkan, nilai ekonominya akan berkurang dan itu jelas merugikan kita semua,” ujarnya.
Menurut Yozi, masih terbuka lebar peluang untuk mengembangkan kawasan Kota Baru. Salah satunya dengan menggandeng pihak ketiga dalam pengelolaan lahan dan aset yang ada.
“Sebenarnya banyak peluang yang bisa dimanfaatkan, misalnya melibatkan pihak ketiga untuk mengelola lahan di sana. Masih banyak peluang lain yang bisa dikembangkan,” katanya.








