Bandar Lampung (Lampost.co) — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat nilai ekspor Lampung pada periode Januari hingga Juni 2025 mencapai 3.047,49 juta USD. Angka ini meningkat sebesar 34,46 persen bila membandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024.
Hal itu tersampaikan oleh Statistisi Ahli Madya BPS Lamung, M Ilham Salam. Ia mengungkapkan, peningkatan pada periode ini karena naiknya ekspor nonmigas sebesar 885,25 juta USD atau 40,94 persen.
“Secara tahunan ekspor Provinsi Lampung meningkat 34,46 persen year on year. Peningkatan ini terdorong oleh sektor nonmigas,” ujarnya.
Kemudian dari sepuluh barang utama kategori nonmigas pada Januari-Juni 2025. Golongan kopi, teh, dan rempah-rempah menunjukkan peningkatan tertinggi mencapai 370,61 persen daripada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Sementara golongan yang mengalami penurunan ekspor terdalam adalah golongan bahan bakar mineral, sebesar 29,56 persen,” katanya.
Selanjutnya Ilham memaparkan, nilai ekspor dari sepuluh golongan barang utama non migas Januari-Juni 2025. Memberikan kontribusi senilai 2.931,31 juta USD atau 96,19 persen terhadap total ekspor nonmigas.
“Jika kita lihat secara keseluruhan dari sepuluh golongan barang tersebut, naik 35,67 persen yoy,” katanya.
Kemudian secara rinci, golongan yang mengalami peningkatan adalah kopi, teh, dan rempah-rempah nilai ekspornya naik sebesar 370,61 persen. Terikuti berbagai produk kimia naik 83,63 persen, karet dan barang dari karet naik 78,26 persen, serta lemak dan minyak hewan/nabati meningkat 36,32 persen.
Meski begitu, sejumlah golongan barang juga mengalami penurunan nilai ekspor, yaitu olahan dari sayuran, buah, dan kacang yang turun 3,32 persen. Golongan ikan, krustasea, dan moluska turun 5,58 persen, serta kayu dan barang dari kayu turun 11,32 persen.
“Pulp dari kayu juga turun 14,11 persen, ampas dan sisa industri makanan menurun 17,44 persen. Kemudian yang terdalam mencapai 17,44 persen dari golongan bahan bakar mineral,” katanya.








