Bandar Lampung (Lampost.co) — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada Desember 2025 sebesar 1,25 persen, dengan inflasi bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 0,59 persen.
Poin penting :
1. Kenaikan harga komoditas pilihan masyarakat menyumbang andil inflasi.
2. Emas perhiasan, cabai merah, bawang merah hingga cabai rawit jadi komoditas yang mendominasi.
3. SMA, SMP dan SD justru menahan laju inflasi.
Inflasi tersebut karena kenaikan harga sejumlah komoditas yang banyak menjadi pilihan masyarakat.
Statistisi Ahli Muda BPS Lampung, M. Sabiel, mengatakan inflasi tahunan terjadi seiring meningkatnya harga berbagai komoditas barang dan jasa dengan Desember tahun sebelumnya.
Kenaikan harga tersebut tercermin dari komoditas yang memberikan andil inflasi y-on-y.
“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Desember 2025 antara lain emas perhiasan, cabai merah, bawang merah, cabai rawit, beras, dan daging ayam ras,” ujar Sabiel, Senin, 5 Januari 2025.
Baca juga : BPS Lampung Catat Inflasi Tahunan Desember 2025 Sebesar 1,25 Persen
Selain bahan pangan, dia menyebut sejumlah komoditas nonpangan juga turut mendorong inflasi.
Antara lain bahan bakar rumah tangga, kontrak dan sewa rumah, sigaret kretek mesin (SKM), sigaret kretek tangan (SKT), mobil, serta jasa bimbingan belajar.
“Selain pangan, terdapat pula komoditas lain seperti bahan bakar rumah tangga, kontrak rumah, roti manis, bensin, telur ayam ras, hingga santan jadi yang turut memberikan andil inflasi,” kata dia.
Dari sisi kelompok pengeluaran, Sabiel menjelaskan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar secara tahunan dengan andil 1,35 persen.
Kondisi ini selaras dengan naiknya harga komoditas pangan strategis seperti beras dan cabai.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi y-on-y paling besar, yaitu 1,35 persen,” ucap Sabiel.
Komoditas Sumbang Inflasi
Selain itu, inflasi y-on-y juga dominasi oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,53 persen.
Untuk perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,23 persen, serta transportasi sebesar 0,16 persen.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran memberikan andil 0,11 persen, kemudian rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,05 persen.
Terdapat sejumlah komoditas yang justru menahan laju inflasi karena mengalami penurunan harga secara tahunan.
Adapun diantarana SMA, SMP, SD, serta beberapa bahan pangan seperti tomat, bawang putih, ikan kembung, ikan nila, udang basah, dan cumi-cumi merupakan komoditas yang menahan laju inflasi.








