Bandar Lampung (Lampost.co) — Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung menilai penyelenggaraan sejumlah agenda besar sepanjang 2025 turut memberi dampak positif terhadap kinerja sektor pariwisata daerah.
Dua di antaranya adalah Lampung Fest 2025 dan Ijtima’ Ulama yang digelar pada November 2025 dan diikuti peserta dari puluhan negara.
Kepala Disparekraf Provinsi Lampung, Bobby Irawan, mengatakan kehadiran event berskala nasional hingga internasional tersebut berpotensi mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Lampung.
Namun ia menegaskan bahwa capaian resmi kunjungan wisatawan masih menunggu rilis data dari Badan Pusat Statistik (BPS).
“Event-event besar ini tentu berkontribusi terhadap jumlah kunjungan wisata yang nantinya tercatat oleh BPS. Untuk data kunjungan wisatawan bulan November, kita masih menunggu hasil resminya,” ujar Bobby.
Baca Juga:
Disparekraf Lampung Prediksi Kunjungan Wisatawan Nataru Capai 2 Juta Orang
TPK Hotel
Menanggapi sorotan terkait tingkat penghunian kamar (TPK) hotel yang dinilai belum meningkat signifikan meskipun angka kunjungan wisatawan melonjak. Bobby menjelaskan hal tersebut dipengaruhi oleh perubahan pola dan preferensi wisatawan.
Menurutnya, saat ini banyak wisatawan memilih akomodasi alternatif yang berada langsung di kawasan destinasi.
“Tren sekarang, wisatawan tidak selalu menginap di hotel. Mereka lebih memilih cabin, glamping, atau akomodasi alternatif lain yang berada di lokasi wisata. Akomodasi seperti ini tidak tercatat dalam TPK hotel,” jelasnya.
Ia menambahkan, evaluasi kinerja sektor pariwisata tidak hanya bertumpu pada TPK hotel.
Disparekraf juga memperhatikan indikator lain, seperti jumlah kunjungan wisatawan, lama tinggal, serta tingkat belanja wisatawan atau spending. Seluruh indikator tersebut mengacu pada data yang BPS rilis.
Bobby juga mengungkapkan, berdasarkan data sebelumnya, sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Lampung berasal dari daerah sekitar. Pada periode tertentu, hampir separuh kunjungan wisatawan tercatat berasal dari Sumatera Selatan.
“Dari total kunjungan 17,9 juta orang, sekitar 46 persen berasal dari Sumatera Selatan. Artinya, konektivitas darat, termasuk keberadaan jalan tol, sangat berpengaruh terhadap mobilitas wisatawan ke Lampung,” tuturnya.
Dengan masih adanya momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di penghujung 2025, Disparekraf Lampung optimistis tren positif kunjungan wisata akan terus berlanjut.
“Pemerintah daerah berharap peningkatan tersebut tidak hanya memperkuat posisi Lampung sebagai destinasi unggulan wisata domestik. Tetapi juga memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata,” tutupnya.








